Pejabat oposisi Suriah bertemu Menlu Rusia
Senin, 11 Maret 2013 - 23:03 WIB
Pejabat oposisi Suriah bertemu Menlu Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pejabat oposisi Suriah, Haytham Manna bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov, Senin (11/3/2013). Pertemuan ini dilakukan dalam upaya untuk membalikkan sikap Moskow, yang selalu mendukung Presiden Bashar al-Assad.
Manna yang merupakan salah satu pejabat Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratis Suriah menyatakan, bahwa ia percaya jalan menuju perdamaian di Suriah akan dimulai di Moskow.
"Kami selalu mengatakan, bahwa solusi politik damai akan berjalan melalui Moskow," kata Manna dalam pidato pembukaan pertemuan mereka di gedung Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Global Post.
"Sebuah solusi militer masih diberlakukan di lapangan. Tapi, mayoritas rakyat Suriah yakin, bahwa solusi politik yang diinginkan, bahwa ia akan menyelamatkan kita dan bahwa ada kesempatan nyata,” lanjutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Rusia telah memveto tiga resolusi PBB terkait sanksi untuk Presiden Assad. Rusia juga mengatakan, bahwa ada campur tangan pihak asing yang tidak semestinya terhadap Assad, agar ia mundur dari posisinya.
Dalam pertemuan itu, Lavrov tidak memberikan tanda bahwa Moskow siap untuk mengubah sikapnya terhadap konflik di Suriah.
"Yang paling penting adalah, bahwa semua hal harus diputuskan oleh rakyat Suriah sendiri tanpa tekanan dari luar negeri. Sehingga, Suriah sendiri yang menentukan nasib mereka dan nasib politisi individu," kata Lavrov.
Manna yang merupakan salah satu pejabat Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratis Suriah menyatakan, bahwa ia percaya jalan menuju perdamaian di Suriah akan dimulai di Moskow.
"Kami selalu mengatakan, bahwa solusi politik damai akan berjalan melalui Moskow," kata Manna dalam pidato pembukaan pertemuan mereka di gedung Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Global Post.
"Sebuah solusi militer masih diberlakukan di lapangan. Tapi, mayoritas rakyat Suriah yakin, bahwa solusi politik yang diinginkan, bahwa ia akan menyelamatkan kita dan bahwa ada kesempatan nyata,” lanjutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Rusia telah memveto tiga resolusi PBB terkait sanksi untuk Presiden Assad. Rusia juga mengatakan, bahwa ada campur tangan pihak asing yang tidak semestinya terhadap Assad, agar ia mundur dari posisinya.
Dalam pertemuan itu, Lavrov tidak memberikan tanda bahwa Moskow siap untuk mengubah sikapnya terhadap konflik di Suriah.
"Yang paling penting adalah, bahwa semua hal harus diputuskan oleh rakyat Suriah sendiri tanpa tekanan dari luar negeri. Sehingga, Suriah sendiri yang menentukan nasib mereka dan nasib politisi individu," kata Lavrov.
(esn)