Jika diserang Korut, Korsel akan membalas
Kamis, 07 Maret 2013 - 18:58 WIB
Jika diserang Korut, Korsel akan membalas
A
A
A
Sindonews.com – Militer Korea Selatan (Korsel) menegaskan, bahwa mereka akan membalas setiap serangan yang dilancarkan Korea Utara (Korut), jika negara komunis itu benar-benar melancarkan serangan ke Korsel. Seperti dikutip dari Reuters, Korsel akan menjadikan pemimpin tertinggi Korut di Pyongyang sebagai target serangan.
"Kami memiliki semua persiapan yang kuat dan tegas, tidak hanya terhadap sumber agresi dan kekuatan dukungan, tetapi juga unsur pemerintah," kata Mayor Jenderal Kim Yong-hyun dari tentara Korsel dalam konferensi pers, setelah keluarnya ancama dari Korut.
Sebelumnya, Korut telah menyatakan kalau mereka akan membatalkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara yang disepakati pada 1953 silam, jika Korsel tetap menggelar latihan perang selama dua bulan dengan Amerika Serikat (AS).
Salah satu jenderal Korea Utara, dalam penampilan langka di televisi negara mengatakan, Pyongyang telah membatalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Washington dan mengancam aksi militer terhadap AS dan Korsel, jika latihan terus dilanjutkan. Menurut jadwal, latihan perang ini akan digelar sejak 1 Maret hingga 30 April.
Menurut kantor berita Yonhap yang mengutip sejumlah sumber di kalangan pejabat Korsel, Korut telah bersiap untuk memperluas latihan militer mereka sendiri. Korut juga dilaporkan sedang mempersiapkan pengujian rudal jarak pendek dan menengah, serta menetapkan larangan penerbangan dan berlayar di lepas pantai Korut.
Kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan, beberapa orang di Ibu Kota Korut, Pyongyang, telah menutupi bus dan kendaraan besar lainnya dengan jaring kamuflase. Menurut laporan Kyodo, ini dilakukan sebagai persiapan kemungkinan untuk perang.
"Kami memiliki semua persiapan yang kuat dan tegas, tidak hanya terhadap sumber agresi dan kekuatan dukungan, tetapi juga unsur pemerintah," kata Mayor Jenderal Kim Yong-hyun dari tentara Korsel dalam konferensi pers, setelah keluarnya ancama dari Korut.
Sebelumnya, Korut telah menyatakan kalau mereka akan membatalkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara yang disepakati pada 1953 silam, jika Korsel tetap menggelar latihan perang selama dua bulan dengan Amerika Serikat (AS).
Salah satu jenderal Korea Utara, dalam penampilan langka di televisi negara mengatakan, Pyongyang telah membatalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Washington dan mengancam aksi militer terhadap AS dan Korsel, jika latihan terus dilanjutkan. Menurut jadwal, latihan perang ini akan digelar sejak 1 Maret hingga 30 April.
Menurut kantor berita Yonhap yang mengutip sejumlah sumber di kalangan pejabat Korsel, Korut telah bersiap untuk memperluas latihan militer mereka sendiri. Korut juga dilaporkan sedang mempersiapkan pengujian rudal jarak pendek dan menengah, serta menetapkan larangan penerbangan dan berlayar di lepas pantai Korut.
Kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan, beberapa orang di Ibu Kota Korut, Pyongyang, telah menutupi bus dan kendaraan besar lainnya dengan jaring kamuflase. Menurut laporan Kyodo, ini dilakukan sebagai persiapan kemungkinan untuk perang.
(esn)