DK PBB cabut embargo senjata di Somalia
Kamis, 07 Maret 2013 - 13:47 WIB
DK PBB cabut embargo senjata di Somalia
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Keamanan (DK) PBB sepakat mencabut embargo senjata yang telah puluhan tahun dijatuhkan kepada Somalia, Rabu (6/3/2013). Keputusan tersebut merupakan tanggapan atas permintaan pencabutan embargo pemerintah Somalia untuk melawan kelompok militan islamis di Somalia.
"Yang kami lakukan adalah mencoba untuk membuat keseimbangan antara keputusan dan permintaan mereka untuk mencabut senjata, tapi negara anggota DK PBB menilai pencabutan embarogo senjata bagi Somalia adalah sebuah hal yang terlalu dini," ungkap Mark Lylall, Duta Besar Ingriss untuk PBB, seperti dilansir Reuters, Kamis (7/3/2013).
Sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB bertindak sangat hati-hati untuk menyangupi permintaan pemerintah Somalia. Sebab, senjata api memang sudah membanjiri negara itu. Tapi. DK PBB akhirnya menyepakati resolusi baru yang disusun Inggris.
DK PBB memutuskan untuk mencabut keputusan embargo senjata selama setahun, memperbaharui misi pasukan perdamaian Uni Afrika di Somalia selama setahun dan mengkonfigurasi ulang misi PBB di negara Tanduk Afrika. Pencabutan embargo tersebut memungkinkan pemerintah Mogadishu melakukan pembelian senjata ringan untuk memperkuat pasukan keamanannya melawan militan islam yang terkait dengan al-Qaeda.
Seperti diketahui, DK PBB memberlakukan embargo senjata pada Somalia setahun setelah mereka menyelenggarakan pemilu presiden dan perdana menteri pada 1992. Embargo senjata kepada Somalia dilakukan untuk memotong aliran senjata kepada panglima perang yang akhirnya menggulingkan diktator Somalia, Mohamed Siad Barre pada 1993 dan akhirnya menggiring Somalia pada perang saudara.
Embargo senjata yang DK PBB terhadap Somalia meliputi pembelian rudal, senjata kaliber besar, howitzer, meriam, mortir, senjata anti tank, senjata night vision dan granat.
"Yang kami lakukan adalah mencoba untuk membuat keseimbangan antara keputusan dan permintaan mereka untuk mencabut senjata, tapi negara anggota DK PBB menilai pencabutan embarogo senjata bagi Somalia adalah sebuah hal yang terlalu dini," ungkap Mark Lylall, Duta Besar Ingriss untuk PBB, seperti dilansir Reuters, Kamis (7/3/2013).
Sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB bertindak sangat hati-hati untuk menyangupi permintaan pemerintah Somalia. Sebab, senjata api memang sudah membanjiri negara itu. Tapi. DK PBB akhirnya menyepakati resolusi baru yang disusun Inggris.
DK PBB memutuskan untuk mencabut keputusan embargo senjata selama setahun, memperbaharui misi pasukan perdamaian Uni Afrika di Somalia selama setahun dan mengkonfigurasi ulang misi PBB di negara Tanduk Afrika. Pencabutan embargo tersebut memungkinkan pemerintah Mogadishu melakukan pembelian senjata ringan untuk memperkuat pasukan keamanannya melawan militan islam yang terkait dengan al-Qaeda.
Seperti diketahui, DK PBB memberlakukan embargo senjata pada Somalia setahun setelah mereka menyelenggarakan pemilu presiden dan perdana menteri pada 1992. Embargo senjata kepada Somalia dilakukan untuk memotong aliran senjata kepada panglima perang yang akhirnya menggulingkan diktator Somalia, Mohamed Siad Barre pada 1993 dan akhirnya menggiring Somalia pada perang saudara.
Embargo senjata yang DK PBB terhadap Somalia meliputi pembelian rudal, senjata kaliber besar, howitzer, meriam, mortir, senjata anti tank, senjata night vision dan granat.
(esn)