Militer AS ingin tetap bercokol di Afghanistan
Rabu, 06 Maret 2013 - 16:48 WIB
Militer AS ingin tetap bercokol di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Militer Amerika Serikat (AS) tetap ingin mempertahankan keberadaan mereka di tanah Afghanistan. Hal ini terungkap dalam rekomendasi yang diberikan petinggi militer AS kepada Gedung Putih.
Pada sidang senat Komite Angkatan Bersenjata, Komandan Komando Pusat AS, Jenderal James Mattis diminta oleh Senator John McCain untuk merekomendasikan jumlah pasukan yang ditempatkan di Afghanistan di masa depan.
"Rekomendasi itu adalah untuk 13.600 pasukan AS," kata Mattis. Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin senior militer telah mengungkapkan nasihat tentang berapa banyak tentara AS harus tinggal di Afghanistan setelah 2014 mendatang.
“Pasukan AS akan bergabung dengan beberapa ribu pasukan NATO, dengan sekitar 50 persen dari apa yang kita berikan," kata Mattis yang mengepalai Komando Sentral dan memimpin pasukan di Timur Tengah dan Afghanistan.
Komentar Mattis ini menegaskan spekulasi, bahwa militer AS lebih suka dengan kehadiran pasukan berjumlah besar di Afghanistan setelah 2014. Hal ini bertentangan dengan keinginan beberapa pejabat senior Gedung Putih, yang hanya ingin AS menempatkan sejumlah kecil pasukan di Afghanistan pasca 2014.
Bulan lalu, Presiden Barack Obama mengumumkan, bahwa 34 ribu tentara AS akan kembali dari Afghanistan pada pertengahan Februari 2014. Penarikan ini akan mengurangi setengah dari jumlah personel militer AS di Afghanistan.
Pada sidang senat Komite Angkatan Bersenjata, Komandan Komando Pusat AS, Jenderal James Mattis diminta oleh Senator John McCain untuk merekomendasikan jumlah pasukan yang ditempatkan di Afghanistan di masa depan.
"Rekomendasi itu adalah untuk 13.600 pasukan AS," kata Mattis. Ini adalah pertama kalinya seorang pemimpin senior militer telah mengungkapkan nasihat tentang berapa banyak tentara AS harus tinggal di Afghanistan setelah 2014 mendatang.
“Pasukan AS akan bergabung dengan beberapa ribu pasukan NATO, dengan sekitar 50 persen dari apa yang kita berikan," kata Mattis yang mengepalai Komando Sentral dan memimpin pasukan di Timur Tengah dan Afghanistan.
Komentar Mattis ini menegaskan spekulasi, bahwa militer AS lebih suka dengan kehadiran pasukan berjumlah besar di Afghanistan setelah 2014. Hal ini bertentangan dengan keinginan beberapa pejabat senior Gedung Putih, yang hanya ingin AS menempatkan sejumlah kecil pasukan di Afghanistan pasca 2014.
Bulan lalu, Presiden Barack Obama mengumumkan, bahwa 34 ribu tentara AS akan kembali dari Afghanistan pada pertengahan Februari 2014. Penarikan ini akan mengurangi setengah dari jumlah personel militer AS di Afghanistan.
(esn)