Tentara Australia tembak mati dua bocah penggembala di Afghanistan

Sabtu, 02 Maret 2013 - 23:29 WIB
Tentara Australia tembak...
Tentara Australia tembak mati dua bocah penggembala di Afghanistan
A A A
Sindonews.com - Tentara Australia di Afghanistan selatan menembak mati dua anak yang tengah merawat ternak di wilayah itu. Demikian dinyatakan oleh pejabat setempat, Sabtu (2/3/2013), seperti dikutip dari News International.

Menurut Gubernur Provinsi Uruzgan, Mohammad Amir Akhundzada, dua bocah penggembala itu berusia tujuh dan delapan tahun. Keduanya tewas pada Kamis 28 Februari pagi, ketika tentara Australia tengah memerangi Taliban di Provinsi Uruzgan.

"Anak-anak itu dibunuh oleh tentara Australia, itu adalah sebuah kesalahan, bukan yang disengaja," kata Akhundzada. Menurutnya, pihak yang kali pertama membuka serangan adalah Taliban, dengan menembaki helikopter yang membawa pasukan Australia.

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) menyatakan "penyesalan yang mendalam" atas kematian dua anak ini. ISAF menegaskan, mereka berkomitmen untuk meminimalkan korban sipil.

“Saya menawarkan permintaan maaf pribadi saya dan belasungkawa kepada keluarga dari anak-anak yang tewas," kata Jenderal Joseph Dunford, komandan ISAF, dalam sebuah pernyataan.

"Saya berkomitmen untuk memastikan kami melakukan hal yang benar bagi keluarga mereka. Kami bertanggung jawab penuh atas tragedi ini," lanjutnya. ISAF mengatakan, tentara mereka telah melepaskan tembakan pada apa yang mereka yakini adalah pasukan pemberontak.

Jatuhnya korban jiwa dari kalangan penduduk sipil adalah isu panas di Afghanistan akhir-akhir ini. Bulan lalu, 10 warga sipil Afghanistan, termasuk lima anak-anak, tewas akibat serangan udara NATO di provinsi Kunar.
(esn)
Berita Terkait
China Tolak Minta Maaf...
China Tolak Minta Maaf Soal Foto Tentara Australia Pegang Pisau di Leher Anak Afghanistan
Australia Bersiap Rilis...
Australia Bersiap Rilis Hasil Penyelidikan Kejahatan Perang di Afghanistan
Pasukannya Bunuh Warga...
Pasukannya Bunuh Warga Afghanistan, Jenderal Australia Minta Maaf
Pasukan Khusus Australia...
Pasukan Khusus Australia Diduga Bunuh 39 Tahanan Afghanistan
Tentara Australia Minum...
Tentara Australia Minum Bir dari Kaki Palsu Pejuang Taliban
Kedubes China Sebut...
Kedubes China Sebut Australia Salah Baca Tweet Gambar Menyinggung
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
49 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved