AS akan kirim bantuan pada pemberontak Suriah
Jum'at, 01 Maret 2013 - 13:47 WIB
AS akan kirim bantuan pada pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan pemerintah akan mengirimkan bantuan langsung senilai USD 60 juta setara dengan Rp 580 miliar, Kamis (28/2/2013). Bantuan tersebut diberikan untuk menekan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dari kekuasaanya.
"Selama lebih dari satu tahun, AS telah meminta Assad untuk memperhatikan suara rakyat Suriah dan menghentikan mesin perang. Sebaliknya, yang terjadi adalah peningkatan aksi brutal dilapangan," ungkap Kerry usai mengadakan pertemuan dengan pemimpin oposisi Suriah di Roma, Italia seperti dilansir RIA Novosti.
"Setelah ini, Presiden akan meneruskan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan ke oposisi Suriah," terang Kerry.
Pengumuman ini menjadi sebuah sinyal pergeseran tajam kebijakan Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011 lalu. Perubahan sikap tersebut dimaksudkan untuk mempercepat akhir dari rezim Assad. Disaat bersamaan langkah tersebut juga bertujuan untuk membantasi gerakan kelompok radikal yang memberikan bantuan langsung kepada pemberontak Suriah.
Kerry mengatakan kami prihatin dengan keberadaan kelompok ekstrimis yang beroperasi di dalam dan diantara kelompok oposisi Suriah, pihak yang tidak akan berbagi tujuan atas masa depan Suriah yakni demokrasi dan persatuan yang menghormai hak asasi manusia semua warga Suriah. "Saya yakin, totalitas dalam upaya ini akan berdampak pada kemampuan oposisi Suriah untuk mencapai tujuannya," ungkap Kerry.
Selama beberapa waktu AS telah memberikan bantuan kemanusian senilai ratusan juta dolar kepada korban perang Suriah. Bukan dalam bentuk senjata, melainkan bahan makanan, senitasi, medis, bahkan perangkat telekomunikasi.
"Selama lebih dari satu tahun, AS telah meminta Assad untuk memperhatikan suara rakyat Suriah dan menghentikan mesin perang. Sebaliknya, yang terjadi adalah peningkatan aksi brutal dilapangan," ungkap Kerry usai mengadakan pertemuan dengan pemimpin oposisi Suriah di Roma, Italia seperti dilansir RIA Novosti.
"Setelah ini, Presiden akan meneruskan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan ke oposisi Suriah," terang Kerry.
Pengumuman ini menjadi sebuah sinyal pergeseran tajam kebijakan Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011 lalu. Perubahan sikap tersebut dimaksudkan untuk mempercepat akhir dari rezim Assad. Disaat bersamaan langkah tersebut juga bertujuan untuk membantasi gerakan kelompok radikal yang memberikan bantuan langsung kepada pemberontak Suriah.
Kerry mengatakan kami prihatin dengan keberadaan kelompok ekstrimis yang beroperasi di dalam dan diantara kelompok oposisi Suriah, pihak yang tidak akan berbagi tujuan atas masa depan Suriah yakni demokrasi dan persatuan yang menghormai hak asasi manusia semua warga Suriah. "Saya yakin, totalitas dalam upaya ini akan berdampak pada kemampuan oposisi Suriah untuk mencapai tujuannya," ungkap Kerry.
Selama beberapa waktu AS telah memberikan bantuan kemanusian senilai ratusan juta dolar kepada korban perang Suriah. Bukan dalam bentuk senjata, melainkan bahan makanan, senitasi, medis, bahkan perangkat telekomunikasi.
(esn)