Pemimpin Kurdi putuskan bebaskan para tahanan
Minggu, 24 Februari 2013 - 19:53 WIB
Pemimpin Kurdi putuskan bebaskan para tahanan
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin Partai Pekerja Kurdistan, Abdullah Ocalan, yang saat ini mendekam di penjara Turki, menyatakan pada para pengikutnya untuk membebaskan para tahanan yang ditawan PKK. Keputusan ini dikeluarkan Ocalan, setelah ia bertemu dengan tiga politisi pro Kurdi di penjara Marmara, yang terletak di sebuah pulau sebelah selatan Istanbul.
Pernyataan singkat Ocalan soal pembebasan tahanan itu dibacakan oleh, Pervin Buldan, seorang anggota dari Partai Perdamaian dan Demokrasi (BDP) yang mengunjungi Ocalan bersama dengan dua politisi lainnya.
“Pemimpin pemberontak ingin melihat tawanan yang disandera oleh PKK dibebaskan. Sebuah proses bersejarah sedang berlangsung. Semua pihak harus sangat hati-hati dan sensitif," ujar Buldan, mengutip ucapan Ocalan.
"Negara dan PKK, keduanya sama-sama memiliki tahanan. PKK harus memperlakukan tahanan dengan baik dan saya berharap mereka kembali ke keluarga mereka," lanjut Buldan.
Pernyataan Ocalan ini dapat mengacu kepada pembebasan tentara dan pegawai pemerintah Turki yang diculik oleh PKK dalam beberapa tahun terakhir.
Sebaliknya, ribuan kaum militan Kurdi dan simpatisan mereka, diyakini tengah mendekam di balik pintu penjara Pemerintah Turki. Banyak dari mereka yang tengah menunggu putusan pengadilan. Selama ini, Pemerintah Turki, Amerika Serikat, dan beberapa negara anggota Uni Eropa menganggap PKK sebagai kelompok teroris.
Pernyataan singkat Ocalan soal pembebasan tahanan itu dibacakan oleh, Pervin Buldan, seorang anggota dari Partai Perdamaian dan Demokrasi (BDP) yang mengunjungi Ocalan bersama dengan dua politisi lainnya.
“Pemimpin pemberontak ingin melihat tawanan yang disandera oleh PKK dibebaskan. Sebuah proses bersejarah sedang berlangsung. Semua pihak harus sangat hati-hati dan sensitif," ujar Buldan, mengutip ucapan Ocalan.
"Negara dan PKK, keduanya sama-sama memiliki tahanan. PKK harus memperlakukan tahanan dengan baik dan saya berharap mereka kembali ke keluarga mereka," lanjut Buldan.
Pernyataan Ocalan ini dapat mengacu kepada pembebasan tentara dan pegawai pemerintah Turki yang diculik oleh PKK dalam beberapa tahun terakhir.
Sebaliknya, ribuan kaum militan Kurdi dan simpatisan mereka, diyakini tengah mendekam di balik pintu penjara Pemerintah Turki. Banyak dari mereka yang tengah menunggu putusan pengadilan. Selama ini, Pemerintah Turki, Amerika Serikat, dan beberapa negara anggota Uni Eropa menganggap PKK sebagai kelompok teroris.
(esn)