Iran bantah dukung teroris di Nigeria
Jum'at, 22 Februari 2013 - 19:25 WIB
Iran bantah dukung teroris di Nigeria
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Iran membantah tuduhan yang menyebut negara itu mendukung teroris yang berencana melakukan serangan di Nigeria. Tuduhan ini muncul, setelah ditangkapnya tiga tersangka yang diyakini akan menyerang warga Israel dan Amerika Serikat di Nigeria.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, tuduhan seperti itu dibuat oleh musuh-musuh yang ingin merusak hubungan baik kedua negara.
"Iran dan Nigeria memiliki hubungan dekat dan ramah. Meskipun musuh berupaya merusak hubungan ini, namun dalam hubungan beberapa tahun terakhir, kerja sama Iran dan Nigeria selalu meningkat," katanya.
Sebelumnya, Dinas rahasia Nigeria (SSS) mengaku telah menangkap sel teroris yang dilatih di Iran, Kamis (21/2/2013). Menurut SSS, mereka telah berhasil menangkap Abdullahi Mustapha Berende dan dua warga Nigeria lainnya pada Desember silam.
Penangkapan dilakukan setelah Berende beberapa kali melakukan kunjungan “mencurigakan” ke Iran, di mana ia diduga berinteraksi dengan sebuah "jaringan teroris profil tinggi" Iran.
"Sponsornya di Iran meminta agar Berende mengidentifikasi dan mengumpulkan data intelijen tentang tempat-tempat umum dan hotel terkemuka yang sering dikunjungi oleh warga AS dan Israel untuk memfasilitasi serangan," ujar Juru Bicara SSS, Marilyn Ogar, seperti dikutip dari Reuters.
"Ada bukti yang meyakinkan, bahwa Berende berkolaborasi dengan pihak di Iran dan terlibat dalam rencana kejahatan terhadap keamanan nasional negara ini," lanjut Ogar. Iran sendiri belum memberikan tanggapan atas tuduhan ini.
Ini bukan insiden diplomatik pertama antara Nigeria dan Iran. Pada 2004, seorang diplomat Iran ditangkap karena dicurigai memata-matai kedutaan besar Israel di Ibu Kota Nigeria, Abuja. Pemerintah Iran membantah keras tuduhan ini.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, tuduhan seperti itu dibuat oleh musuh-musuh yang ingin merusak hubungan baik kedua negara.
"Iran dan Nigeria memiliki hubungan dekat dan ramah. Meskipun musuh berupaya merusak hubungan ini, namun dalam hubungan beberapa tahun terakhir, kerja sama Iran dan Nigeria selalu meningkat," katanya.
Sebelumnya, Dinas rahasia Nigeria (SSS) mengaku telah menangkap sel teroris yang dilatih di Iran, Kamis (21/2/2013). Menurut SSS, mereka telah berhasil menangkap Abdullahi Mustapha Berende dan dua warga Nigeria lainnya pada Desember silam.
Penangkapan dilakukan setelah Berende beberapa kali melakukan kunjungan “mencurigakan” ke Iran, di mana ia diduga berinteraksi dengan sebuah "jaringan teroris profil tinggi" Iran.
"Sponsornya di Iran meminta agar Berende mengidentifikasi dan mengumpulkan data intelijen tentang tempat-tempat umum dan hotel terkemuka yang sering dikunjungi oleh warga AS dan Israel untuk memfasilitasi serangan," ujar Juru Bicara SSS, Marilyn Ogar, seperti dikutip dari Reuters.
"Ada bukti yang meyakinkan, bahwa Berende berkolaborasi dengan pihak di Iran dan terlibat dalam rencana kejahatan terhadap keamanan nasional negara ini," lanjut Ogar. Iran sendiri belum memberikan tanggapan atas tuduhan ini.
Ini bukan insiden diplomatik pertama antara Nigeria dan Iran. Pada 2004, seorang diplomat Iran ditangkap karena dicurigai memata-matai kedutaan besar Israel di Ibu Kota Nigeria, Abuja. Pemerintah Iran membantah keras tuduhan ini.
(esn)