Korut terus tingkatkan pertahanan

Jum'at, 22 Februari 2013 - 13:07 WIB
Korut terus tingkatkan...
Korut terus tingkatkan pertahanan
A A A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) terus bertekad meningkatkan pertahanan untuk melawan Amerika Serikat (AS) setelah melakukan uji coba nuklir ketiga pekan lalu. Mereka juga mengingatkan, negara-negara yang tunduk dan berkomplot dengan AS akan mengalami konsekuensi tragis.

“Konsekuensi tragis yang dialami beberapa negara yang meninggalkan program nuklir mereka jelas membuktikan jika Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK/Korut) sangat jauh ke depan dan jelas telah memilih membuat nuklir,” ungkap kantor berita resmi KCNA.

Korut tampaknya tak main-main dengan peringatan mereka. Pasca-uji coba nuklir ketiga, Korut telah memberi tahu China bahwa Pyongyang berencana untuk meningkatkan uji coba nuklir.

Tahapan ini termasuk uji coba terakhir yang dilakukan pekan lalu untuk merespons sanksi PBB yang dikenakan ke Korut setelah negara itu meluncurkan roket jarak jauh. Uji nuklir Korut menuai kritikan karena roket ini untuk menguji teknologi rudal balistik antarbenua. Korut juga telah meningkatkan ancaman untuk menyerang negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel).

Namun, banyak pihak menilai Korut akan mengalami kekalahan jika benar-benar menyerang Korsel karena Seoul dibekingi AS. Karena itu, para pemimpin negara itu diperkirakan tidak akan mengambil risiko terkait munculnya konflik utama.

Sementara, lembaga think tank AS mengatakan, Korut telah melanjutkan aktivitas di sebuah situs nuklir, di tengah kekhawatiran bahwa rezim akan melakukan lebih banyak peluncuran nuklir.

Foto pemeriksaan satelit dari Institut AS-Korea di Universitas Johns Hopkins mendeteksi peningkatan kesibukan di lokasi Punggye-ri. Namun, mereka belum memiliki cukup bukti untuk menegaskan bahwa ini adalah tes nuklir terbaru Korut.

AFP melansir anggapan para pengamat yang menyatakan tidak ada tanda-tanda kendaraan atau orang yang bergerak di lokasi itu setelah Korut melakukan uji coba nuklir ketiga pada Selasa (12/2) lalu. Tapi, terdapat aktivitas yang dilakukan pada Jumat (15/2) lalu.

Analis Jack Liu dan Nick Hansen menulis di blog North38, perubahan selama beberapa hari mungkin menunjukkan Korut mengambil tindakan pencegahan keselamatan untuk memastikan tingkat radioaktivitas yang cukup rendah sebelum mengirim personel kembali ke wilayah itu.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
25 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
9 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
10 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
11 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
12 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
13 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved