Serang militan Kurdi, jet Tutki terobos perbatasan Irak
Kamis, 21 Februari 2013 - 23:22 WIB
Serang militan Kurdi, jet Tutki terobos perbatasan Irak
A
A
A
Sindonews.com – Turki mengirimkan jet tempur melintasi perbatasan Irak untuk menyerang kaum separatis dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Demikian dilaporkan sebuah sumber militer setempat, Kamis (21/2/2013).
Menurut laporan itu, jet tempur Turki membom 12 sasaran di Pegunungan Kandil, di wilayah otonomi Kurdistan Irak, Rabu 20 Februari. Tak diketahui berapa jumlah korban akibat serangan bom jet tempur Turki ini.
Kantor berita pro Kurdi, Firat News Agency mengkonfirmasi serangan itu. Menurut Firat News, serangan itu menargetkan dua desa di wilayah tersebut. “Serangan jet Turki menghancurkan banyak peternakan dan kebun di wilayah itu,” sebut laporan Firat News.
Serangan itu terjadi di tengah pembicaraan damai baru antara Ankara dan pemimpin PKK, Abdullah Ocalan, yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Turki. Pemerintah Turki berharap, pembicaraan akan menghasilkan gencatan senjata dan akhirnya mengakhiri pemberontakan Kurdi yang sudah berlangsung selama 28 tahun.
Bulan lalu, militer Turki mengaku telah menewaskan 14 pemberontak Kuedi di kota tenggara Hakkari, saat mereka bersiap-siap untuk menyergap sebuah pos perbatasan. Seorang tentara Turki juga tewas dalam baku tembak berikutnya.
Ankara mengatakan pemberontak menggunakan tempat persembunyian mereka di Irak utara, di mana pusat komando PKK terletak. Dari lokasi ini, PKK menyusun strategi untuk melancarkan serangan ke wilayah Turki.
Menurut laporan itu, jet tempur Turki membom 12 sasaran di Pegunungan Kandil, di wilayah otonomi Kurdistan Irak, Rabu 20 Februari. Tak diketahui berapa jumlah korban akibat serangan bom jet tempur Turki ini.
Kantor berita pro Kurdi, Firat News Agency mengkonfirmasi serangan itu. Menurut Firat News, serangan itu menargetkan dua desa di wilayah tersebut. “Serangan jet Turki menghancurkan banyak peternakan dan kebun di wilayah itu,” sebut laporan Firat News.
Serangan itu terjadi di tengah pembicaraan damai baru antara Ankara dan pemimpin PKK, Abdullah Ocalan, yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Turki. Pemerintah Turki berharap, pembicaraan akan menghasilkan gencatan senjata dan akhirnya mengakhiri pemberontakan Kurdi yang sudah berlangsung selama 28 tahun.
Bulan lalu, militer Turki mengaku telah menewaskan 14 pemberontak Kuedi di kota tenggara Hakkari, saat mereka bersiap-siap untuk menyergap sebuah pos perbatasan. Seorang tentara Turki juga tewas dalam baku tembak berikutnya.
Ankara mengatakan pemberontak menggunakan tempat persembunyian mereka di Irak utara, di mana pusat komando PKK terletak. Dari lokasi ini, PKK menyusun strategi untuk melancarkan serangan ke wilayah Turki.
(esn)