Turki beri izin politisi pro Kurdi kunjungi Ocalan
Kamis, 21 Februari 2013 - 20:12 WIB
Turki beri izin politisi pro Kurdi kunjungi Ocalan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Turki menyetujui daftar politisi pro Kurdi yang akan mengunjungi Pemimpin Partai Pekerja Kurdi (PKK), Abdullah Ocalan. Demikian disampaikan oleh seorang pejabat Kementerian Kehakiman Turki, Kamis (21/2/2013), seperti dikutip dari Reuters.
Para pejabat Kementerian Kehakiman mengatakan kepada Reuters, delegasi itu akan diizinkan mengunjungi Ocalan pada Sabtu 23 Februari. Delegasi itu akan beranggotakan sineas sayap kiri, Sirri Sureyya Onder, Altan Tan (aktivis Islam), dan Pervin Buldan (aktivis perempuan Kurdi).
Ini adalah kebijakan yang ditunggu oleh banyak pihak untuk memajukan pembicaraan damai guna mengakhiri konflik antara Pemerintah Turki dengan PKK yang sudah berlangsung selama 28 tahun.
Sebelumnya pada Oktober silam, Turki telah mengajukan kemungkinan dialog dengan PKK. Hal ini diutarakan Pemerintah Turki pada Ocalan, yang saat ini mendekam di dalam penjara di Pulau Imrali, dekat Istanbul.
Pembicaraan ini dilakukan untuk menyusun kerangka kerja guna mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang. Kemajuan kembali diraih, ketika dua politisi Kurdi diizinkan bertemu dengan Ocalan di dalam penjara pada 3 Januari silam.
Para pejabat Kementerian Kehakiman mengatakan kepada Reuters, delegasi itu akan diizinkan mengunjungi Ocalan pada Sabtu 23 Februari. Delegasi itu akan beranggotakan sineas sayap kiri, Sirri Sureyya Onder, Altan Tan (aktivis Islam), dan Pervin Buldan (aktivis perempuan Kurdi).
Ini adalah kebijakan yang ditunggu oleh banyak pihak untuk memajukan pembicaraan damai guna mengakhiri konflik antara Pemerintah Turki dengan PKK yang sudah berlangsung selama 28 tahun.
Sebelumnya pada Oktober silam, Turki telah mengajukan kemungkinan dialog dengan PKK. Hal ini diutarakan Pemerintah Turki pada Ocalan, yang saat ini mendekam di dalam penjara di Pulau Imrali, dekat Istanbul.
Pembicaraan ini dilakukan untuk menyusun kerangka kerja guna mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang. Kemajuan kembali diraih, ketika dua politisi Kurdi diizinkan bertemu dengan Ocalan di dalam penjara pada 3 Januari silam.
(esn)