Nigeria tangkap sel teroris yang dilatih di Iran
Kamis, 21 Februari 2013 - 19:59 WIB
Nigeria tangkap sel teroris yang dilatih di Iran
A
A
A
Sindonews.com - Dinas rahasia Nigeria (SSS) mengaku telah menangkap sel teroris yang dilatih di Iran, Kamis (21/2/2013). Kelompok teroris ini dituding merencanakan serangan pada kepentingan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Nigeria.
Menurut SSS, mereka telah berhasil menangkap Abdullahi Mustapha Berende dan dua warga Nigeria lainnya pada Desember silam. Penangkapan dilakukan setelah Berende beberapa kali melakukan kunjungan “mencurigakan” ke Iran, di mana ia diduga berinteraksi dengan sebuah "jaringan teroris profil tinggi" Iran.
"Sponsornya di Iran meminta agar Berende mengidentifikasi dan mengumpulkan data intelijen tentang tempat-tempat umum dan hotel terkemuka yang sering dikunjungi oleh warga AS dan Israel untuk memfasilitasi serangan," ujar Juru Bicara SSS, Marilyn Ogar, seperti dikutip dari Reuters.
"Ada bukti yang meyakinkan, bahwa Berende berkolaborasi dengan pihak di Iran dan terlibat dalam rencana kejahatan terhadap keamanan nasional negara ini," lanjut Ogar. Iran sendiri belum memberikan tanggapan atas tuduhan ini.
Berende sendiri, ketika menghadapi dakwaan di pengadilan, mengaku pada para wartawan bahwa ia melakukan tindakan mata-mata untuk sebuah unit di Iran. “Memang benar saya melakukan tindakan mata-mata. Saya tak harus bangga dengan hal itu,” ujarnya. Menurut Berende, ia menerima USD30 ribu untuk melakukan operasi mata-mata.
Ini bukan insiden diplomatik pertama antara Nigeria dan Iran. Pada 2004, seorang diplomat Iran ditangkap karena dicurigai memata-matai kedutaan besar Israel di Ibu Kota Nigeria, Abuja. Pemerintah Iran membantah keras tuduhan ini.
Menurut SSS, mereka telah berhasil menangkap Abdullahi Mustapha Berende dan dua warga Nigeria lainnya pada Desember silam. Penangkapan dilakukan setelah Berende beberapa kali melakukan kunjungan “mencurigakan” ke Iran, di mana ia diduga berinteraksi dengan sebuah "jaringan teroris profil tinggi" Iran.
"Sponsornya di Iran meminta agar Berende mengidentifikasi dan mengumpulkan data intelijen tentang tempat-tempat umum dan hotel terkemuka yang sering dikunjungi oleh warga AS dan Israel untuk memfasilitasi serangan," ujar Juru Bicara SSS, Marilyn Ogar, seperti dikutip dari Reuters.
"Ada bukti yang meyakinkan, bahwa Berende berkolaborasi dengan pihak di Iran dan terlibat dalam rencana kejahatan terhadap keamanan nasional negara ini," lanjut Ogar. Iran sendiri belum memberikan tanggapan atas tuduhan ini.
Berende sendiri, ketika menghadapi dakwaan di pengadilan, mengaku pada para wartawan bahwa ia melakukan tindakan mata-mata untuk sebuah unit di Iran. “Memang benar saya melakukan tindakan mata-mata. Saya tak harus bangga dengan hal itu,” ujarnya. Menurut Berende, ia menerima USD30 ribu untuk melakukan operasi mata-mata.
Ini bukan insiden diplomatik pertama antara Nigeria dan Iran. Pada 2004, seorang diplomat Iran ditangkap karena dicurigai memata-matai kedutaan besar Israel di Ibu Kota Nigeria, Abuja. Pemerintah Iran membantah keras tuduhan ini.
(esn)