NATO janji tak akan serang pemukiman penduduk Afghanistan
Senin, 18 Februari 2013 - 11:59 WIB
NATO janji tak akan serang pemukiman penduduk Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin pasukan NATO di Afghanistan berjanji mematuhi larangan Presiden Afghanistan Hamid Karzai untuk tidak melancarkan serangan udara ke wilayah pemukiman penduduk Afghanistan, Minggu (17/2/2013).
"Afghanistan adalah negara yang berdaulat dan presiden Afghanistan menegakkan kedaulatan atas wilayahnya. Dan, kami siap untuk mendukung kesungguhan presiden," ungkap Jenderal Joseph Dunford, Komandan Pasukan Amerika Serikat (AS) untuk NATO. "Ada cara lain untuk mendukung mitra Afghanistan selain dengan menggunakan serangan udara," imbuh Dunford.
Serangan Udara yang dilancarkan oleh NATO, yang kebanyakan menelan korban jiwa dari pihak sipil telah menjadi pangkal ketegangan antara Karzai dengan pasukan NATO. Kesepakatan antara kedua belah pihak ini terselenggara, setelah serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan NATO di Provinsi Kunar, Rabu (13/2/2013) lalu yang menewaskan 10 warga sipil.
Namun, sejumlah analis lokal di Afghanistan mengatakan, kesepakatan tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap meningkatnya serangan yang dilancarkan oleh gerilyawan dan militan terhadap tentara dan polisi Afghanistan.
Analis lokal mengatakan, bahwa langkah tersebut dapat mengakibatkan korban meningkat di antara tentara dan polisi Afghanistan.
"Afghanistan adalah negara yang berdaulat dan presiden Afghanistan menegakkan kedaulatan atas wilayahnya. Dan, kami siap untuk mendukung kesungguhan presiden," ungkap Jenderal Joseph Dunford, Komandan Pasukan Amerika Serikat (AS) untuk NATO. "Ada cara lain untuk mendukung mitra Afghanistan selain dengan menggunakan serangan udara," imbuh Dunford.
Serangan Udara yang dilancarkan oleh NATO, yang kebanyakan menelan korban jiwa dari pihak sipil telah menjadi pangkal ketegangan antara Karzai dengan pasukan NATO. Kesepakatan antara kedua belah pihak ini terselenggara, setelah serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan NATO di Provinsi Kunar, Rabu (13/2/2013) lalu yang menewaskan 10 warga sipil.
Namun, sejumlah analis lokal di Afghanistan mengatakan, kesepakatan tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap meningkatnya serangan yang dilancarkan oleh gerilyawan dan militan terhadap tentara dan polisi Afghanistan.
Analis lokal mengatakan, bahwa langkah tersebut dapat mengakibatkan korban meningkat di antara tentara dan polisi Afghanistan.
(esn)