Komandan militer AS menyesal atas kematian warga sipil Afghanistan
Jum'at, 15 Februari 2013 - 00:59 WIB
Komandan militer AS menyesal atas kematian warga sipil Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Komandan tertinggi militer Amerika Serikat (AS) di Afghanistan, Jenderal Joseph Dunford bertemu dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Kamis (14/2/2013). Pada pertemuan ini, Dunford menyampaikan penyesalan atas kematian warga sipil Afghanistan.
"Jenderal Joseph F. Dunford Jr, komandan Pasukan AS di Afghanistan, hari ini bertemu dengan Presiden Karzai untuk memberikan wawasan ke dalam pasukan Afghanistan dan mitra koalisi dalam operasi yang dilakukan pada Rabu 13 Februari di Distrik Shigal, Provinsi Kunar,” sebut sebuah pernyataan yang disampaikan militer AS.
“Jenderal Dunford mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan bela sungkawa pribadinya untuk setiap warga sipil yang mungkin telah meninggal atau terluka sebagai akibat dari operasi tersebut," lanjut pernyataan itu.
Dalam serangan udara di provinsi yang terletak 185 km sebelah timur Kabul itu, 10 warga sipil, termasuk empat wanita dan lima anak-anak tewas. Selain korban tewas, serangan ini juga menyebabkan 5 anak lainnya terluka.
Menurut kantor berita Xinhua, serangan ini juga menewaskan empat anggota militan. "Jenderal Dunford menjelaskan, bahwa pasukan koalisi memandang serius soal jatuhnya korban sipil. Dan, kami sedang melakukan penilaian terhadap keadaan sekitar kejadian ini. Jenderal Dunford berkomitmen untuk memberikan hasil penilaian itu kepada Presiden Karzai, setelah penyelidikan selesai," tambah pernyataan itu.
Menurut pernyataan itu, melindungi warga sipil Afghanistan merupakan hal terpenting dalam misi pasukan koalisi di Afghanistan. “Jenderal Dunford menegaskan kembali komitmen Koalisi untuk mengambil setiap langkah yang mungkin untuk memastikan bahwa kami melakukan operasi dengan cara yang bisa mengurangi jumlah korban sipil," sebut pernyataan itu.
Taliban dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya bertanggung jawab atas kematian dan terlukanya lebih dari 3.400 warga sipil Afghanistan pada tahun lalu. Sementara pasukan koalisi pimpinan AS bertanggung jawab atas 110 kematian sipil yang dikonfirmasi pada 2012 silam.
"Koalisi ini juga akan bertemu dengan para tetua desa setempat, serta keluarga mereka yang mungkin telah dirugikan selama operasi ini. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk secara pribadi menyampaikan belasungkawa kami," kata pernyataan koalisi.
"Jenderal Joseph F. Dunford Jr, komandan Pasukan AS di Afghanistan, hari ini bertemu dengan Presiden Karzai untuk memberikan wawasan ke dalam pasukan Afghanistan dan mitra koalisi dalam operasi yang dilakukan pada Rabu 13 Februari di Distrik Shigal, Provinsi Kunar,” sebut sebuah pernyataan yang disampaikan militer AS.
“Jenderal Dunford mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan bela sungkawa pribadinya untuk setiap warga sipil yang mungkin telah meninggal atau terluka sebagai akibat dari operasi tersebut," lanjut pernyataan itu.
Dalam serangan udara di provinsi yang terletak 185 km sebelah timur Kabul itu, 10 warga sipil, termasuk empat wanita dan lima anak-anak tewas. Selain korban tewas, serangan ini juga menyebabkan 5 anak lainnya terluka.
Menurut kantor berita Xinhua, serangan ini juga menewaskan empat anggota militan. "Jenderal Dunford menjelaskan, bahwa pasukan koalisi memandang serius soal jatuhnya korban sipil. Dan, kami sedang melakukan penilaian terhadap keadaan sekitar kejadian ini. Jenderal Dunford berkomitmen untuk memberikan hasil penilaian itu kepada Presiden Karzai, setelah penyelidikan selesai," tambah pernyataan itu.
Menurut pernyataan itu, melindungi warga sipil Afghanistan merupakan hal terpenting dalam misi pasukan koalisi di Afghanistan. “Jenderal Dunford menegaskan kembali komitmen Koalisi untuk mengambil setiap langkah yang mungkin untuk memastikan bahwa kami melakukan operasi dengan cara yang bisa mengurangi jumlah korban sipil," sebut pernyataan itu.
Taliban dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya bertanggung jawab atas kematian dan terlukanya lebih dari 3.400 warga sipil Afghanistan pada tahun lalu. Sementara pasukan koalisi pimpinan AS bertanggung jawab atas 110 kematian sipil yang dikonfirmasi pada 2012 silam.
"Koalisi ini juga akan bertemu dengan para tetua desa setempat, serta keluarga mereka yang mungkin telah dirugikan selama operasi ini. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk secara pribadi menyampaikan belasungkawa kami," kata pernyataan koalisi.
(esn)