Iran: Masalah nuklir lebih baik diselesaikan lewat dialog
Rabu, 13 Februari 2013 - 21:33 WIB
Iran: Masalah nuklir lebih baik diselesaikan lewat dialog
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, masalah nuklir Iran dengan negara Barat lebih baik diselesaikan lewat dialog, ketimbang diselesaikan lewat konfrontasi. Ungkapan tersebut disampaikan Rabu (13/2/2013), bertepatan dengan jadwal pembicaraan nuklir Iran yang digelar antara Iran dan Inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB.
"Iran tidak mungkin mundur dari haknya untuk mengembangkan energi nuklir," ungkap Ahmadinejad, usai mengadakan pertemuan dengan Kabinet Iran seperti dilansir Xinhua.
Berkaitan dimulainya kembali perundingan nuklir antara Iran dan IAEA, Ahmadinejad menekankan IAEA untuk menghormati hak Iran mengembangkan energi nuklir.
Pagi ini, Inspektur IAEA, Herman Nackaerts dan timnya tiba di Tehran. Dalam perundingan kali ini, IAEA bertekat untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan pemerintah Iran.
Dalam perundingan sebelumnya, Pemerintah Iran berharap bisa mencapai kesepakatan yang komprehensif dengan para ahli dari badan nulkir PBB. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, kesepakatan hanya akan mungkin dicapai jika "hak nuklir" Iran diakui oleh badan PBB.
"Jika kita ingin mencapai kesepakatan dan mengikis dugaan keprihatinan, komitmen pihak lain harus sepenuhnya jelas. Kami berharap IAEA untuk sepenuhnya menghormati hak-hak nuklir kami," ungkap Mehmanparast.
"Iran tidak mungkin mundur dari haknya untuk mengembangkan energi nuklir," ungkap Ahmadinejad, usai mengadakan pertemuan dengan Kabinet Iran seperti dilansir Xinhua.
Berkaitan dimulainya kembali perundingan nuklir antara Iran dan IAEA, Ahmadinejad menekankan IAEA untuk menghormati hak Iran mengembangkan energi nuklir.
Pagi ini, Inspektur IAEA, Herman Nackaerts dan timnya tiba di Tehran. Dalam perundingan kali ini, IAEA bertekat untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan pemerintah Iran.
Dalam perundingan sebelumnya, Pemerintah Iran berharap bisa mencapai kesepakatan yang komprehensif dengan para ahli dari badan nulkir PBB. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, kesepakatan hanya akan mungkin dicapai jika "hak nuklir" Iran diakui oleh badan PBB.
"Jika kita ingin mencapai kesepakatan dan mengikis dugaan keprihatinan, komitmen pihak lain harus sepenuhnya jelas. Kami berharap IAEA untuk sepenuhnya menghormati hak-hak nuklir kami," ungkap Mehmanparast.
(esn)