Serangan bom tewaskan 5 tentara Thailand
Minggu, 10 Februari 2013 - 20:59 WIB
Serangan bom tewaskan 5 tentara Thailand
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya lima orang tentara Thailand dilaporkan tewas setelah kelompok gerilyawan Thailand melancarkan serangan di Desa Yala, Selatan Thailnd, Minggu (10/2/2013). Wilayah yang terletak dekat perbatasan Malaysia tersebut merupakan salah satu wilayah Thailand yang didominasi oleh umat muslim.
"Sekitar 10 gerilyawan diyakini bersembunyi dekat lokasi ledakan, mereka lantas meledakan bom yang sudah mereka pasang pada salah satu mobil," ungkap Mayor Polisi Torphan Phusuntiae seperti dilansir The Star, Minggu (10/2/2013).
Phusuntiae mengatakan, akibat ledakan ini lima orang tentara Thailand dilaporkan tewas. Semantara, satu orang tentara dan dua orang warga sipil yang bekerja untuk sebuah perkebunan karet di Desa Yala mengalami luka-luka akibat ledakan.
Phusuntiae mengungkapkan, tentara Thailand sering kali menjadi sasaran bom gerilyawan karena mereka secara teratur mendapat petunjuk dari penduduk desa setempat seputar gerilyawan.
Pada 2004, sebuah aksi pemberontakan untuk meminta otonomi lebih besar muncul di wilayah Selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia. Sejak saat itu, sedikitnya 5.300 orang, terdiri dari umat Budha dan Muslim jadi korban konflik di wilayah ini.
"Sekitar 10 gerilyawan diyakini bersembunyi dekat lokasi ledakan, mereka lantas meledakan bom yang sudah mereka pasang pada salah satu mobil," ungkap Mayor Polisi Torphan Phusuntiae seperti dilansir The Star, Minggu (10/2/2013).
Phusuntiae mengatakan, akibat ledakan ini lima orang tentara Thailand dilaporkan tewas. Semantara, satu orang tentara dan dua orang warga sipil yang bekerja untuk sebuah perkebunan karet di Desa Yala mengalami luka-luka akibat ledakan.
Phusuntiae mengungkapkan, tentara Thailand sering kali menjadi sasaran bom gerilyawan karena mereka secara teratur mendapat petunjuk dari penduduk desa setempat seputar gerilyawan.
Pada 2004, sebuah aksi pemberontakan untuk meminta otonomi lebih besar muncul di wilayah Selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia. Sejak saat itu, sedikitnya 5.300 orang, terdiri dari umat Budha dan Muslim jadi korban konflik di wilayah ini.
(esn)