Rusia tak berharap banyak pada putaran baru pembicaraan
Jum'at, 08 Februari 2013 - 20:24 WIB
Rusia tak berharap banyak pada putaran baru pembicaraan
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mengaku tidak lagi mengharapkan adanya terobosan besar yang akan dibuat pada pertemuan antara Iran dan enam kekuatan utama dunia atas program nuklir kontroversial Teheran. Putaran baru perundingan nuklir Iran akan dilangsungkan pada 26 Februari di Kazhakstan.
"Kami tidak punya harapan berlebihan. Tetapi, pertemuan antara P5+1 dengan Iran tetaplah hal penting, “ kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, Kamis (7/2/2013), seperti dikutip dari Interfax.
"Harapan adalah satu hal, tetapi hasilnya bisa berbeda," lanjut Lukashevich. Dalam pertemuan di akhir Februari itu, Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov dijadwalkan akan hadir. Selain Rusia, negara anggota P5+1 adalah Amerika Serikat, China, Perancis, Inggris dan Jerman.
Sejak Juni 2012, pembicaraan soal program nuklir Iran telah menemui kebuntuan. Negara-negara Barat menuding Iran telah mengembangkan program nuklir untuk membuat bom nuklir. Sementara Iran sendiri menegaskan, bahwa program nuklir mereka bertujuan damai.
"Kami tidak punya harapan berlebihan. Tetapi, pertemuan antara P5+1 dengan Iran tetaplah hal penting, “ kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich, Kamis (7/2/2013), seperti dikutip dari Interfax.
"Harapan adalah satu hal, tetapi hasilnya bisa berbeda," lanjut Lukashevich. Dalam pertemuan di akhir Februari itu, Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov dijadwalkan akan hadir. Selain Rusia, negara anggota P5+1 adalah Amerika Serikat, China, Perancis, Inggris dan Jerman.
Sejak Juni 2012, pembicaraan soal program nuklir Iran telah menemui kebuntuan. Negara-negara Barat menuding Iran telah mengembangkan program nuklir untuk membuat bom nuklir. Sementara Iran sendiri menegaskan, bahwa program nuklir mereka bertujuan damai.
(esn)