Iran salahkan NATO atas meningkatnya produksi narkoba di Afghanistan
Selasa, 05 Februari 2013 - 21:38 WIB
Iran salahkan NATO atas meningkatnya produksi narkoba di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Komandan skuad Penegakan Hukum anti-narkotika Iran, Jenderal Polisi Ali Moayyedi menyalahkan pasukan NATO atas meningkatnya ladang tanaman terlarang, serta meningkatnya produksi dan perdagangan narkoba di Afghanistan.
"Kehadiran NATO di Afghanistan tak berdampak pada pemberantasan narkoba, tapi malah sebaliknya,” kata Moayyedi dalam pertemuan dengan Kepala Badan Anti-Narkoba Tajikistan di Teheran, Iran, Selasa (5/2/2013).
Dia menambahkan, bahwa badan anti-narkoba Iran telah mengambil langkah-langkah di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. Badan ini juga telah memaksa pelaku perdagangan narkoba untuk menggunakan rute lain, termasuk Tajikistan untuk menyelundupkan narkotika.
“Iran dan Tajikistan berusaha untuk meningkatkan kerjasama dan interaksi terhadap bahaya yang ada di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan,” ujar Moayyedi.
Wilayah timur Iran berbatasan dengan Afghanistan, yang merupakan produsen opium nomor satu di dunia. Posisi geografis Iran telah membuat negara ini berada di koridor transit yang favorit bagi pengedar narkoba yang berniat untuk menyelundupkan barang mereka dari Afghanistan ke pengedar narkoba di Eropa.
Iran menghabiskan miliaran dolar dan telah kehilangan ribuan tentara polisi dalam perang melawan pedagang narkoba. Para pejabat polisi Iran menyatakan, bahwa produksi obat di Afghanistan telah mengalami peningkatan 40 kali lipat sejak invasi pimpinan Amerika Serikat ke negara pada 2001 silam.
"Kehadiran NATO di Afghanistan tak berdampak pada pemberantasan narkoba, tapi malah sebaliknya,” kata Moayyedi dalam pertemuan dengan Kepala Badan Anti-Narkoba Tajikistan di Teheran, Iran, Selasa (5/2/2013).
Dia menambahkan, bahwa badan anti-narkoba Iran telah mengambil langkah-langkah di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. Badan ini juga telah memaksa pelaku perdagangan narkoba untuk menggunakan rute lain, termasuk Tajikistan untuk menyelundupkan narkotika.
“Iran dan Tajikistan berusaha untuk meningkatkan kerjasama dan interaksi terhadap bahaya yang ada di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan,” ujar Moayyedi.
Wilayah timur Iran berbatasan dengan Afghanistan, yang merupakan produsen opium nomor satu di dunia. Posisi geografis Iran telah membuat negara ini berada di koridor transit yang favorit bagi pengedar narkoba yang berniat untuk menyelundupkan barang mereka dari Afghanistan ke pengedar narkoba di Eropa.
Iran menghabiskan miliaran dolar dan telah kehilangan ribuan tentara polisi dalam perang melawan pedagang narkoba. Para pejabat polisi Iran menyatakan, bahwa produksi obat di Afghanistan telah mengalami peningkatan 40 kali lipat sejak invasi pimpinan Amerika Serikat ke negara pada 2001 silam.
(esn)