Ledakan bom lukai seorang anggota Parlemen Suriah
Selasa, 29 Januari 2013 - 22:21 WIB
Ledakan bom lukai seorang anggota Parlemen Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Seorang anggota parlemen Suriah, Abudul-Razzaq Qattini terluka, Selasa (29/1/2013), ketika sebuah bom meledak dan menembus mobil yang ditumpanginya. Ledakan bom ini kian menebar rasa tidak nyaman di pinggiran Kota Damaskus.
Qattini yang terluka, langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Damaskus. Laporan yang ada tak menyebutkan rincian lebih tentang kondisi medis Qattini dan bagaimana ledakan itu terjadi. Juga tak disebutkan adanya korban lain akibat ledakan ini.
Serangan yang menargetkan pejabat pemerintah dan perwira militer menjadi semakin sering terjadi di Suriah. Serangan ini kerap dilakukan kaum pemberontak di daerah-daerah pinggiran Damaskus.
Secara terpisah, bentrokan bersenjata terus terjadi sepanjang Selasa di beberapa titik di sekitar Kota Damascus. Kantor berita SANA melaporkan, sejumlah tentara tewas dan terluka akibat pertempuran di wilayah pinggiran Damaskus, seperti Awamid, Thiabieh, Babila, dan Sbaineh.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Angkatan Udara Suriah melakukan serangan udara di beberapa kota-kota di wilayah timur Damaskus. “Ledakan terdengar di pinggiran wilayah Yalda, kerena AU pemerintah melakukan pemboman tak henti,” sebut laporan lembaga yang berbasis di London itu.
Di tengah kekerasan yang tak henti, Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi memerintahkan pembentukan sebuah komite yang akan bertugas memfasilitasi kembalinya para pengungsi di negara-negara tetangga ke rumah mereka.
“Komite praktis akan mengawasi kembalinya pengungsi yang melalui titik perbatasan,” kata al-Halqi.
Qattini yang terluka, langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di Damaskus. Laporan yang ada tak menyebutkan rincian lebih tentang kondisi medis Qattini dan bagaimana ledakan itu terjadi. Juga tak disebutkan adanya korban lain akibat ledakan ini.
Serangan yang menargetkan pejabat pemerintah dan perwira militer menjadi semakin sering terjadi di Suriah. Serangan ini kerap dilakukan kaum pemberontak di daerah-daerah pinggiran Damaskus.
Secara terpisah, bentrokan bersenjata terus terjadi sepanjang Selasa di beberapa titik di sekitar Kota Damascus. Kantor berita SANA melaporkan, sejumlah tentara tewas dan terluka akibat pertempuran di wilayah pinggiran Damaskus, seperti Awamid, Thiabieh, Babila, dan Sbaineh.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Angkatan Udara Suriah melakukan serangan udara di beberapa kota-kota di wilayah timur Damaskus. “Ledakan terdengar di pinggiran wilayah Yalda, kerena AU pemerintah melakukan pemboman tak henti,” sebut laporan lembaga yang berbasis di London itu.
Di tengah kekerasan yang tak henti, Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi memerintahkan pembentukan sebuah komite yang akan bertugas memfasilitasi kembalinya para pengungsi di negara-negara tetangga ke rumah mereka.
“Komite praktis akan mengawasi kembalinya pengungsi yang melalui titik perbatasan,” kata al-Halqi.
(esn)