Koma 7 tahun, bekas PM Israel mulai merespons

Senin, 28 Januari 2013 - 13:23 WIB
Koma 7 tahun, bekas...
Koma 7 tahun, bekas PM Israel mulai merespons
A A A
Sindonews.com - Perkembangan kondisi kesehatan mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon yang koma selama tujuh tahun mengejutkan para dokter. Tim dokter mengatakan meski koma otak, Sharon menunjukkan tingkat kesadaran tertentu, Minggu, (27/1/2013).

"Dia sadar sampai pada suatu tingkat tertentu," ungkap Alon Friedman, direktur Neurologis di Pusat Kesehatan Israel di Beersheba dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters.

Berdasarkan hasil Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI) yang dilakukan oleh sejumlah ahli neurologis Isreal dan Martin Monti, seorang ahli saraf terkemuka di Universitas California Los Angeles, Amerika Serikat (AS) selama dua jam pada Kamis, (24/1/2013) terhadap otak Sharon, menunjukkan kemungkinan sembuh dari koma. "Kemungkinan dia beranjak dari tempat tidur yang sangat, sangat tipis," kata Friedman.

Friedman mengatakan saat kami melakukan tes MRI dengan menunjukkan foto keluarga dan memintanya untuk membayangkan rumah. Dia mungkin mendengarkan dan sejumlah informasi penting yang masuk ke otak Sharon dan diproses. Mata eks PM Israel yang sudah berusia 84 tahun itu juga sempat terbuka saat kami menunjukkan foto-foto keluarganya.

"Yang lebih mengejutkan saat mesin menunjukan bahwa otak Sharon merespons suara anaknya Gilad," ungkapnya.

"Dia mungkin terjaga, dan ada kemungkinan dia sadar. Tapi dia tidak bisa menanggapi respons secara fisik. Sebab, dia menderita lumpuh akibat stroke," imbuh Friedman.

Friedman menjelaskan, pada beberapa pasien yang menderita koma ada satu kondisi di mana mereka "terperangkap". Pasien tersebut memahami dan merespons dengan otaknya, namun tidak dapat mengerakan otot-otot tubuhnya.

"Hasil dari tes ini memang bukan suatu yang jelas, tapi menunjukkan sebuah peningkatan yang mengejutkan bagi kami. Hasil penelitian ini tersebut akan membantu pasien bangun dari koma. Ya, untuk ke depannya, tapi itu tidak terjadi saat ini," pungkas Friedman.

Eks PM Israel yang menjabat sejak 2001 itu mendapat serangan stroke sepekan setelah dia melahirkan Partai Likud. Dia berharap dapat menemukan sebuah faksi yang lebih moderat untuk memajukan proses perdamaian dengan Palestina pada 2006. Sejak saat itu dia koma dan bertahan hidup dengan bantuan sejumlah alat medis.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 menit yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
46 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
1 jam yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
2 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
2 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved