Tentara wanita AS akhirnya boleh turun ke medan tempur

Jum'at, 25 Januari 2013 - 20:03 WIB
Tentara wanita AS akhirnya...
Tentara wanita AS akhirnya boleh turun ke medan tempur
A A A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta akan mencabut larangan terhadap perempuan untuk bertempur dalam perang.

Pencabutan larangan bagi wanita untuk terjun ke medan pertempuran itu disetujui Panetta atas rekomendasi Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Martin Dempsey, dan akan menjadi perubahan besar setelah 10 tahun peperangan tidak ada satu pun wanita yang diperbolehkan langsung terjun ke medan pertempuran.

“Perubahan kebijakan ini akan memulai proses untuk mengembangkan rencana melaksanakan keputusan yang dibuat menteri pertahanan atas rekomendasi dari kepala gabungan staf AS,” ungkap seorang pejabat Pentagon dalam email, yang dikutip AFP.

Keputusan ini juga menandai perubahan militer di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, yang memimpin dorongan untuk mencabut larangan terhadap tentara yang terang-terangan mengaku sebagai homo seksual. Begitu pengumuman ini resmi, ratusan ribu perempuan akan mendapatkan kesempatan untuk ikut terjun langsung mengangkat senjata menghadapi musuh di medan laga.

Berdasarkan keputusan, angkatan bersenjata akan memiliki waktu hingga Januari 2016 mendatang untuk melakukan perubahan. Seruan untuk pencabutan larangan ini telah meningkat setelah lebih dari 10 tahun perang,yang mana perempuan berjuang dan tewas dalam perang di Irak dan Afganistan di garis tempur tidak jelas.

Menurut Pentagon, jumlah wanita yang bertugas aktif di militer AS mencapai sekitar 14,5% atau 204.000 personel dari jumlah seluruh anggota militer aktif.

Keputusan Panetta ini akan diberlakukan pertama kali di angkatan darat dan korps marinir, sebelumnya angkatan udara dan angkatan laut sudah mencabut larangan terhadap perempuan bertempur. Pada 2010, angkatan laut mengizinkan wanita bertugas di kapal selam. Partai Demokrat di Kongres dan kelompok pejuang hak asasi manusia menyambut baik keputusan ini.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
46 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved