Dapat sanksi baru, Korut santai

Rabu, 23 Januari 2013 - 15:03 WIB
Dapat sanksi baru, Korut...
Dapat sanksi baru, Korut santai
A A A
Sindonews.com - Sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB tidak membuat Korea Utara bergeming. Menanggapi sanksi baru tersebut, negara komunis tersebut malah memutuskan akan terus memperkuat kemampuan militer untuk pertahanan diri, termasuk kemampuan pencegahan nuklirnya, Selasa (22/1/2013).

"Negara ini akan mengambil langkah untuk memperkuat kemampuan pertahanan militer termasuk kemampuan pencegahan nuklir," ungkap Kementrian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan seperti dilansri Yonhap, Rabu (23/1/2013).

Kementrian Luar Negeri Korut mengatakan, keputusan tersebut akan menghilangkan pangkal dari sikap bermusuhan sekaligus menunjukan komitmen atas setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah Korut. Mereka menambahkan kebijakan Amerika Serikat yang bermusuhan dengan Korut akan mengakhiri perundingan dengan enam kelompok sekaligus menghentikan langkah untuk menciptakan wilayah semenanjung Korea yang terbebas dari nuklir.

"Tidak akan ada diskusi yang lebih besar atas rencana denuklirisasi di Semenanjung Korea di masa yang akan datang. Meskipun perundingan tersebut datang untuk mengamankan perdamian dan menciptakan perdamian di wilayah semenanjung," lanjut pernyataan yang disampaikan setelah DK PBB mengadopsi 20 pasal dalam resolusi untuk menghukum Korut.

Kemarin, 15 anggota DK PBB akhirnya sepakat mengadopsi 20 pasal dalam resolusi untuk menghukum Korut, sebab Korut menghiraukan sanksi PBB yang tak memperbolehkan mereka melakukan uji coba nuklir.

Dalam resolusi tersebut DK PBB mengatakan mereka sangat menyesalkan keputusan Korut yang tetap melakukan uji coba rudal balistik dan akan terus mengambil tindakan lebih lanjut jika Korut mengulang langkah serupa. Tidak hanya itu, DK PBB juga menambahkan empat pihak dan enam badan Korut dalam daftar hitam PBB. Salah satunya, Paek Chang-ho Kepala Badan Antariksa Korut (The Korean Committee for Space Technology). Mereka yang masuk dalam daftar hitam akan dilarang pergian sekaligus pembekuan aset di internasional.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
45 menit yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
2 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
3 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
5 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved