China desak anggota DK PBB buat kemajuan di bidang politik
Rabu, 23 Januari 2013 - 12:54 WIB
China desak anggota DK PBB buat kemajuan di bidang politik
A
A
A
Sindonews.com - Duta besar China untuk PBB, Li Baodong menyetujui dan menyambut baik resolusi baru Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperluas dan memperkuat sanksi terhadap Korea Utara (Korut), Selasa (22/1/2013).
Dalam kesempatan itu, Baodong jgua mengajak semua anggota DK PBB menggunakan sanksi tersebut sebagai alat untuk membuat kemajuan di bidang politik dan diplomatik. Baodong juga menghimbau semua anggota DK PBB untuk menghindari eskalasi ketegangan di semananjung Korut.
"Pesan yang disampaikan lewat resolusi ini sangat kuat dan jelas. Artinya semua pihak harus bekerjasama dan harus mulai berbicara satu sama lain merujuk pada perundingan kelompok enam. Semua pihak harus mulai berkonsultasi dan memulai kembali perundiangan tersebut," ungkap Baodong seperti dilansir VOA.
Guna mewujudkan kawasan semenanjung Korea yang bebas nuklir, Sekertaris PBB, Ban Ki-moon untuk kesekian kalinya meminta Pyongyang menahan diri untuk meluncurkan roket uji coba nuklir lebih lanjut. Ki-moon juga mendesak semua pihak untuk melanjutkan dialog. Sebab menurutnya, langkah tersebut merupakan satu-satunya cara untuk mencapai denuklirisasi dan perdamaian di kawasan itu.
Kemarin, 15 anggota DK PBB akhirnya sepakat mengadopsi 20 pasal dalam resolusi untuk menghukum Korut. Keputusan tersebut telah melalui sebuah proses perdebatan panjang dan sengit. Seperti diketahui, selama satu bulan terkahir AS dan China dalam negosiasi keduanya terus berselisih paham untuk menjatuhkan sanksi atas Korut.
Dalam kesempatan itu, Baodong jgua mengajak semua anggota DK PBB menggunakan sanksi tersebut sebagai alat untuk membuat kemajuan di bidang politik dan diplomatik. Baodong juga menghimbau semua anggota DK PBB untuk menghindari eskalasi ketegangan di semananjung Korut.
"Pesan yang disampaikan lewat resolusi ini sangat kuat dan jelas. Artinya semua pihak harus bekerjasama dan harus mulai berbicara satu sama lain merujuk pada perundingan kelompok enam. Semua pihak harus mulai berkonsultasi dan memulai kembali perundiangan tersebut," ungkap Baodong seperti dilansir VOA.
Guna mewujudkan kawasan semenanjung Korea yang bebas nuklir, Sekertaris PBB, Ban Ki-moon untuk kesekian kalinya meminta Pyongyang menahan diri untuk meluncurkan roket uji coba nuklir lebih lanjut. Ki-moon juga mendesak semua pihak untuk melanjutkan dialog. Sebab menurutnya, langkah tersebut merupakan satu-satunya cara untuk mencapai denuklirisasi dan perdamaian di kawasan itu.
Kemarin, 15 anggota DK PBB akhirnya sepakat mengadopsi 20 pasal dalam resolusi untuk menghukum Korut. Keputusan tersebut telah melalui sebuah proses perdebatan panjang dan sengit. Seperti diketahui, selama satu bulan terkahir AS dan China dalam negosiasi keduanya terus berselisih paham untuk menjatuhkan sanksi atas Korut.
(esn)