Jepang akan tingkatkan pengamanan bagi warganya di luar negeri
Selasa, 22 Januari 2013 - 23:23 WIB
Jepang akan tingkatkan pengamanan bagi warganya di luar negeri
A
A
A
Sindonews.com - Jepang mengaku akan meningkatkan keamanan bagi warga negaranya yang berkerja di luar negeri. Pernyataan ini menyusul tewasnya 7 warga negara Jepang yang bekerja di sebuah komplek ladang gas di kota Amenas, Aljazair.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membuat pernyataan itu, setelah Pemerintah Jepang mengkonfirmasi bahwa 7 warganya tewas dalam krisis penyanderaan di fasilitas gas alam di tenggara Aljazair, sementara tiga warga Jepang lainnya masih hilang.
Berbicara pada pertemuan Partai Liberal Demokrat, Abe juga berjanji untuk memerangi aksi terorisme dan bekerjasama dengan masyarakat internasional.
Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan pada konferensi pers, bahwa pemerintah Jepang akan meluncurkan sebuah panel yang terdiri dari para ahli, termasuk sektor swasta untuk membahas langkah-langkah guna melindungi warga dan perusahaan Jepang di luar negeri.
Pemerintah juga mempertimbangkan keputusan legislatif untuk memungkinkan Pasukan Bela Diri Jepang untuk terlibat dalam misi menyelamatkan warga negara Jepang yang terlibat dalam keadaan darurat di luar Jepang, sebut laporan Kyodo News Agency, Selasa (22/1/2013).
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membuat pernyataan itu, setelah Pemerintah Jepang mengkonfirmasi bahwa 7 warganya tewas dalam krisis penyanderaan di fasilitas gas alam di tenggara Aljazair, sementara tiga warga Jepang lainnya masih hilang.
Berbicara pada pertemuan Partai Liberal Demokrat, Abe juga berjanji untuk memerangi aksi terorisme dan bekerjasama dengan masyarakat internasional.
Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan pada konferensi pers, bahwa pemerintah Jepang akan meluncurkan sebuah panel yang terdiri dari para ahli, termasuk sektor swasta untuk membahas langkah-langkah guna melindungi warga dan perusahaan Jepang di luar negeri.
Pemerintah juga mempertimbangkan keputusan legislatif untuk memungkinkan Pasukan Bela Diri Jepang untuk terlibat dalam misi menyelamatkan warga negara Jepang yang terlibat dalam keadaan darurat di luar Jepang, sebut laporan Kyodo News Agency, Selasa (22/1/2013).
(esn)