Menlu Suriah tolak rencana pengulingan Assad
Minggu, 20 Januari 2013 - 16:57 WIB
Menlu Suriah tolak rencana pengulingan Assad
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem menolak ide pengulingan Presiden Suriah Bashar Assad. Dalam sebuah komentar yang disampaikan dalam TV pemerintah Suriah, Muallem menilai mereka (pihak luar) yang menuntut penggulingan Assad hanya akan memperparah pertumpahan darah yang terjadi di Suriah, Sabtu (19/1/2013).
"Tidak ada boleh ada orang yang berani mempermasalahkan posisi Presiden, langkah tersebut sangat tidak dapat diterima," ungkap Muallem seperti diberitakan presstv.
"Selama ini Amerika Serikat (AS) menolak penyertaan Assad dalam rezim pemerintah transisi Suriah, mengabaikan fakta bahwa seorang kapten dalam kapal yang terbalik tidak bisa menyelamatkan diri ke atas perahu penyelamat," ungkap Muallem seperti dilansir Naharanet.
Muellem menambahkan, selama AS dan sekutunya masih yakin dengan pendapat mereka maka mereka masih menginginkan kekeran dan penghancuran terus terjadi di Suriah. Dalam kesempatan tersebut sebut Muallem juga mengkritik sikap Amerika Serikat, Qatar, Arab Saudi dan Turki yang sudah terang terangan memberikan bantuan persenjataan pada gerilyawan Suriah.
Seperti dilansir presstv, Muallem menyerukan kelompok oposisi Suriah untuk meletakan senjata dan segera mengelar dialog bersama pemerintah Suriah. Dalam kesempatan tersebut Muallem juga menolak rencana intervensi asing untuk menyelesaikan krisis yang telah bergejolak selama 22 bulan terakhir.
Menjawab pertanyaan apakah dialog akan terus dilakukan jika di luar kekerasan terus berlanjut, "Saya katakan iya, perundingan akan terus berlanjut ," ungkap Muallem.
"Tidak ada boleh ada orang yang berani mempermasalahkan posisi Presiden, langkah tersebut sangat tidak dapat diterima," ungkap Muallem seperti diberitakan presstv.
"Selama ini Amerika Serikat (AS) menolak penyertaan Assad dalam rezim pemerintah transisi Suriah, mengabaikan fakta bahwa seorang kapten dalam kapal yang terbalik tidak bisa menyelamatkan diri ke atas perahu penyelamat," ungkap Muallem seperti dilansir Naharanet.
Muellem menambahkan, selama AS dan sekutunya masih yakin dengan pendapat mereka maka mereka masih menginginkan kekeran dan penghancuran terus terjadi di Suriah. Dalam kesempatan tersebut sebut Muallem juga mengkritik sikap Amerika Serikat, Qatar, Arab Saudi dan Turki yang sudah terang terangan memberikan bantuan persenjataan pada gerilyawan Suriah.
Seperti dilansir presstv, Muallem menyerukan kelompok oposisi Suriah untuk meletakan senjata dan segera mengelar dialog bersama pemerintah Suriah. Dalam kesempatan tersebut Muallem juga menolak rencana intervensi asing untuk menyelesaikan krisis yang telah bergejolak selama 22 bulan terakhir.
Menjawab pertanyaan apakah dialog akan terus dilakukan jika di luar kekerasan terus berlanjut, "Saya katakan iya, perundingan akan terus berlanjut ," ungkap Muallem.
(esn)