Iran: AS cegah reformasi di Suriah
Jum'at, 18 Januari 2013 - 01:08 WIB
Iran: AS cegah reformasi di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, menuduh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat telah mencegah terjadinya reformasi di Suriah. Hal ini disampaikan Abdollahian saat melakukan pertemuan dengan sejumlah peneliti dan sarjana China, serta media massa, Kamis (17/1/2013).
"Dengan mendukung teroris dan kelompok-kelompok ekstremis, AS telah memperlakukan kedua kubu di Suriah dengan tidak adil dan mencegah reformasi yang dilakukan Presiden Bashar al-Assad,” kata Abdollahian, seperti dikutip dari Fars.
Dia mengatakan, bahwa Assad telah memulai reformasi, tetapi negara-negara Barat segera mendorong negara Arab itu untuk berperang. “AS tidak memberi rakyat Suriah kesempatan untuk mencapai tuntutan mereka dan juga membuka jalan bagi oposisi untuk memecahkan isu-isu politik,” lanjut Abdollahian.
Dia menambahkan, bahwa Washington mencegah pemerintah Suriah untuk menyelesaikan reformasi dan meletakkan dasar bagi terorisme dan ekstremisme untuk tumbuh di negeri ini.
AS dan sekutunya Barat dan regional telah lama berusaha untuk menggulingkan Assad dan sistem keputusannya. Laporan-laporan media mengatakan, bahwa para pemberontak Suriah dan kelompok-kelompok teroris telah menerima senjata secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dilakukan oleh negara-negara Arab Teluk Persia dan dikoordinasikan oleh AS.
"Dengan mendukung teroris dan kelompok-kelompok ekstremis, AS telah memperlakukan kedua kubu di Suriah dengan tidak adil dan mencegah reformasi yang dilakukan Presiden Bashar al-Assad,” kata Abdollahian, seperti dikutip dari Fars.
Dia mengatakan, bahwa Assad telah memulai reformasi, tetapi negara-negara Barat segera mendorong negara Arab itu untuk berperang. “AS tidak memberi rakyat Suriah kesempatan untuk mencapai tuntutan mereka dan juga membuka jalan bagi oposisi untuk memecahkan isu-isu politik,” lanjut Abdollahian.
Dia menambahkan, bahwa Washington mencegah pemerintah Suriah untuk menyelesaikan reformasi dan meletakkan dasar bagi terorisme dan ekstremisme untuk tumbuh di negeri ini.
AS dan sekutunya Barat dan regional telah lama berusaha untuk menggulingkan Assad dan sistem keputusannya. Laporan-laporan media mengatakan, bahwa para pemberontak Suriah dan kelompok-kelompok teroris telah menerima senjata secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dilakukan oleh negara-negara Arab Teluk Persia dan dikoordinasikan oleh AS.
(esn)