Iran dituding kumpulkan info seputar Israel dari Suriah

Senin, 14 Januari 2013 - 17:28 WIB
Iran dituding kumpulkan...
Iran dituding kumpulkan info seputar Israel dari Suriah
A A A
Sindonews.com - Pentagon mengungkapkan, Iran telah mendirikan sejumlah stasiun pemberi sinyal intelejen di seluruh wilayah Timur Tengah untuk memberikan informasi tentang Isreal kepada Hizbullah, Senin (14/1/2013). Salah satu stasiun tersebut terletak di Daratan Tinggi Golan, Suriah dan telah beroperasi sejak 2006 lalu.

Unit pembendungan serangan teroris Pentagon, dalam sebuah laporan hasil investigasinya mengatakan, Iran telah mendirikan beberapa stasiun untuk mengirimkan sinyal intelejen di beberapa wilayah Timur Tengah, temasuk di wilayah Pantai Mediterania, terutama di wilayah Suriah.

"Dua dari dua stasiun pemberi sinyal intelejen Iran yang berada di Suriah, pembangunanya didanai oleh Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Pembangunan stasiun tersebut dilakukan pada 2006 lalu di kawasan al-Jazirah dan daratan tinggi Golan," ungkap laporan Pentagon, seperti diberitakan dalam Ynet.

Selain itu, dalam laporan tersebut juga disebutkan, IRGC berencana membuat sebuah stasiun untuk mendapatkan informasi tambahan di wilayah Utara Suriah. Stasiun tersebut tentunya akan diperuntukan untuk mengirim laporan tentang Isreal kepada Hizbullah.

Pekan lalu, New York Times melaporkan, pejabat AS dan peneliti keamanan AS meyakini bahwa Iran merupakan tersangka di balik serangan massal Cyber yang melanda sejumlah bank-bank di AS dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa bulan lalu, Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta menyatakan, dalam beberapa pekan terakhir, banyak sistem komputer perusahanan-perusahaan besar AS yang dikirimi bom data. Selain itu, perusahaan minyak di Qatar dan Arab Saudi juga telah terkena serangan Shamoon, yang mencoba untuk mengganti data komputer dengan data palsu. Ada sekitar 30 ribu mesin yang terkena serangan Shamoon.

Guna mengantisipasi serangan tersebut, Departemen Pertahanan AS telah mengembangkan alat untuk melacak penyerang. “Agresor potensial harus menyadari, bahwa AS memiliki kapasitas untuk menemukan dan menahan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan yang merugikan AS atau kepentingannya. Jika kami mendeteksi adanya ancaman serangan yang akan menyebabkan kerusakan fisik yang signifikan atau membunuh warga negara AS, kami perlu memiliki pilihanan untuk mengambil tindakan guna membela bangsa,” ungkap Panetta.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
1 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
1 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
2 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
4 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved