Barghouthi: perundingan damai Israel-Palestina cuma buang waktu
Senin, 07 Januari 2013 - 16:42 WIB
Barghouthi: perundingan damai Israel-Palestina cuma buang waktu
A
A
A
Sindonews.com - Mawran al-Barghouthi, seorang petinggi Fatah menilai upaya perundingan damai antara Palestina dengan Isreal adalah sebuah bencana. Anggota Fatah yang kini mendekam di penjara Israel tersebut menyatakan tindakan itu hanya membuang waktu.
"Isreal tidak mencari perdamaian, karena Fatah menyediakan keamanan secara gratis," ungkap Barghouthi dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan dalam Xinhua, Senin (7/1/2013).
"Perundingan damai dengan Israel hanya akan membuat kita gagal. Perundiangan tersebut akan membuat Israel mendapatkan lebih banyak tanah untuk wilayah pemukiman mereka," imbuh petinggi Fatah yang ditahan pada 2002 lalu karena berperan aktif dalam kegiatan anti Israel.
Peningkatan status Palestina di PBB menjadi Negara Pengamat Non Anggota memang sebuah langkah maju yang penting. Tapi, Pemimpin Palestina harus mengambil langkah lebih serius untuk bergabung dengan sejumlah badan PBB.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah ditangguhkan sejak 2010, setelah Israel melakukan perluasan permukiman dan membangun rumah-rumah baru di wilayah pendudukan.
Teraktual, Kementerian Dalam Negeri Israel memang telah memutuskan untuk mengizinkan pembangunan 1.200 unit pemukiman di wilayah Gilo di Distrik Betlehem.
keputusan tersebut tak hanya menuai kecaman dari Palestina, sejumlah negara di seluruh dunia juga mengecamnya. Bahkan, sebagian kalangan di dalam negeri Israel juga tak setuju dengan rencana ini.
"Isreal tidak mencari perdamaian, karena Fatah menyediakan keamanan secara gratis," ungkap Barghouthi dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan dalam Xinhua, Senin (7/1/2013).
"Perundingan damai dengan Israel hanya akan membuat kita gagal. Perundiangan tersebut akan membuat Israel mendapatkan lebih banyak tanah untuk wilayah pemukiman mereka," imbuh petinggi Fatah yang ditahan pada 2002 lalu karena berperan aktif dalam kegiatan anti Israel.
Peningkatan status Palestina di PBB menjadi Negara Pengamat Non Anggota memang sebuah langkah maju yang penting. Tapi, Pemimpin Palestina harus mengambil langkah lebih serius untuk bergabung dengan sejumlah badan PBB.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah ditangguhkan sejak 2010, setelah Israel melakukan perluasan permukiman dan membangun rumah-rumah baru di wilayah pendudukan.
Teraktual, Kementerian Dalam Negeri Israel memang telah memutuskan untuk mengizinkan pembangunan 1.200 unit pemukiman di wilayah Gilo di Distrik Betlehem.
keputusan tersebut tak hanya menuai kecaman dari Palestina, sejumlah negara di seluruh dunia juga mengecamnya. Bahkan, sebagian kalangan di dalam negeri Israel juga tak setuju dengan rencana ini.
(esn)