Myanmar kerahkan jet tempur untuk menyerang basis pemberontak
Kamis, 03 Januari 2013 - 17:09 WIB
Myanmar kerahkan jet tempur untuk menyerang basis pemberontak
A
A
A
Sindonews.com – Militer Myanmar dilaporkan telah mengerahkan jet tempur untuk menyerang basis pemberontak Kachin Kemerdekaan Army (KIA). Surat kabar resmi Pemerintah Myanmar mengatakan, bahwa dukungan udara memang digunakan pada 30 Desember lalu.
Hal ini dilakukan guna mengagalkan upaya pejuang KIA untuk menduduki bukit dan menyerang unit logistik Tatmadaw, milik militer Myanmar.
“Unit udara dikerahkan untuk membersihkan bukit dan melindungi pasukan Tatmadaw, di lokasi di mana pasukan KIA menyerang,” sebut laporan New Light of Myanmar, surat kabar corong pemerintah, Kamis (3/1/2013).
Sumber pemberontak melaporkan, serangan udara yang dilakukan militer Myanmar meliputi aksi pemboman, penembakan, dan penggunaan bahan kimia. Serangan ini sudah dilakukan sejak 28 Desember silam.
Serangan ini dilakukan, setelah KIA mengabaikan ultimatum militer Myanmar yang meminta pemberontak menghentikan aksi blokir pasokan bagi tentara yang berada di bukit Kachin.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyuarakan keprihatinan atas laporan serangan yang dilakukan jet tempur dan helikopter militer Myanmar ini.
“Sekjen PBB meminta pemerintah Myanmar untuk menghentikan setiap tindakan yang bisa membahayakan nyawa warga sipil dan memberikan akses pada kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan,” kata Juru Bicara PBB, Martin Nesirky dalam sebuah pernyataan.
Presiden Myanmar, Thein Sein menegaskan, pihaknya menginginkan gencatan senjata dan dialog politik. Ia mengatakan, tentara hanya bertindak untuk membela diri dan militer Myanmar tidak memiliki rencana untuk merebut markas KIA.
Hal ini dilakukan guna mengagalkan upaya pejuang KIA untuk menduduki bukit dan menyerang unit logistik Tatmadaw, milik militer Myanmar.
“Unit udara dikerahkan untuk membersihkan bukit dan melindungi pasukan Tatmadaw, di lokasi di mana pasukan KIA menyerang,” sebut laporan New Light of Myanmar, surat kabar corong pemerintah, Kamis (3/1/2013).
Sumber pemberontak melaporkan, serangan udara yang dilakukan militer Myanmar meliputi aksi pemboman, penembakan, dan penggunaan bahan kimia. Serangan ini sudah dilakukan sejak 28 Desember silam.
Serangan ini dilakukan, setelah KIA mengabaikan ultimatum militer Myanmar yang meminta pemberontak menghentikan aksi blokir pasokan bagi tentara yang berada di bukit Kachin.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyuarakan keprihatinan atas laporan serangan yang dilakukan jet tempur dan helikopter militer Myanmar ini.
“Sekjen PBB meminta pemerintah Myanmar untuk menghentikan setiap tindakan yang bisa membahayakan nyawa warga sipil dan memberikan akses pada kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan,” kata Juru Bicara PBB, Martin Nesirky dalam sebuah pernyataan.
Presiden Myanmar, Thein Sein menegaskan, pihaknya menginginkan gencatan senjata dan dialog politik. Ia mengatakan, tentara hanya bertindak untuk membela diri dan militer Myanmar tidak memiliki rencana untuk merebut markas KIA.
(esn)