11 truk bahan bakar NATO dibom
Senin, 31 Desember 2012 - 12:01 WIB
11 truk bahan bakar NATO dibom
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya satu orang supir dilaporkan tewas dalam sebuah ledakan yang membakar 11 truk tanker yang biasa memasok bahan bakar untuk keperluan NATO di Provinsi Nangarhar, Timur Afghanistan, Minggu (31/12/2012).
"Rentetan kebakaran tersebut dipicu oleh ledakan sebuah bom yang tertempel di salah satu badan truk tanker. Kebakaran besar tersebut terjadi di distrik Behsud sekitar pukul 6 sore," ungkap Mohammad Zahir, Kepala Kepolisian distrik Behsud seperti dilansir Xinhua, Senin (31/12/2012).
Zahir menambahkan salah satu sopir meninggal menderita luka bakar serius. Nahas, nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sampai berita ini turunkan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan ini. Diduga kuat pelaku kejahatan ini adalah kelompok militan Taliban karena anggota mereka gencar melakukan serangan terhadap militer Afghanistan dan juga pasukan asing serta pejabat pemerintah Afghanistan.
Militan Taliban juga telah berulang kali memperingatkan warga sipil Afghanistan untuk menjauhi sejumlah tempat pertemuan resmi, konvoi militer dan sejumlah tempat yang dinilai target sah serangan Taliban. Selain itu, mereka juga memperingatkan orang agar tidak mendukung militer dan pasukan militer asing.
"Rentetan kebakaran tersebut dipicu oleh ledakan sebuah bom yang tertempel di salah satu badan truk tanker. Kebakaran besar tersebut terjadi di distrik Behsud sekitar pukul 6 sore," ungkap Mohammad Zahir, Kepala Kepolisian distrik Behsud seperti dilansir Xinhua, Senin (31/12/2012).
Zahir menambahkan salah satu sopir meninggal menderita luka bakar serius. Nahas, nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sampai berita ini turunkan belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan ini. Diduga kuat pelaku kejahatan ini adalah kelompok militan Taliban karena anggota mereka gencar melakukan serangan terhadap militer Afghanistan dan juga pasukan asing serta pejabat pemerintah Afghanistan.
Militan Taliban juga telah berulang kali memperingatkan warga sipil Afghanistan untuk menjauhi sejumlah tempat pertemuan resmi, konvoi militer dan sejumlah tempat yang dinilai target sah serangan Taliban. Selain itu, mereka juga memperingatkan orang agar tidak mendukung militer dan pasukan militer asing.
(esn)