Mesir akan perkuat hubungan dengan Hizbullah
Minggu, 30 Desember 2012 - 12:00 WIB
Mesir akan perkuat hubungan dengan Hizbullah
A
A
A
Sindonews.com – Mesir dilaporkan akan mengembangkan hubungan dengan Hizbullah Lebanon. Hal ini diungkapkan oleh Duta Mesir untuk Lebanon, Ashraf Hamdy, Sabtu (29/12/2012). Menurutnya, Pemerintahan Islam Mesir akan membangun hubungan erat dengan Hizbullah.
"Anda tidak bisa mendiskusikan politik di Lebanon tanpa memiliki hubungan dengan Hizbullah. Ini adalah kekuatan nyata di lapangan. Ini memiliki pengaruh politik dan militer yang besar di Lebanon,” tegas Hamdy, seperti dikutip dari Daily Star.
Dia menyatakan, bahwa Ikhwanul Muslimin yang berkuasa di Mesir mengulurkan tangan untuk tetangganya itu, dengan maksud untuk mengembangkan politik luar negeri dan kepentingan lanjutan.
Hamdy membantah laporan yang menyebut, bahwa sebuah delegasi dari kelompok politik telah mengunjungi Mesir untuk negosiasi. Tapi, ia mengakui bahwa dirinya telah bertemu dengan anggota biro politik Hizbullah melakukan diskusi guna memahami satu sama lain dengan lebih baik.
Hubungan Mesir dengan Hizbullah menjadi tegang selama pemerintahan mantan Presiden Hosni Mubarak. Hamdy mengatakan, bahwa konflik internal yang baru-baru ini terjadi di Mesir telah menghambat kerjasama dengan Hizbullah.
"Mesir akan mengungkapkan dirinya sebagai kekuatan regional yang nyata dan menjadi pelaku di kancah regional dan kami ingin menunjukkan hal itu," ujar Hamdy.
"Anda tidak bisa mendiskusikan politik di Lebanon tanpa memiliki hubungan dengan Hizbullah. Ini adalah kekuatan nyata di lapangan. Ini memiliki pengaruh politik dan militer yang besar di Lebanon,” tegas Hamdy, seperti dikutip dari Daily Star.
Dia menyatakan, bahwa Ikhwanul Muslimin yang berkuasa di Mesir mengulurkan tangan untuk tetangganya itu, dengan maksud untuk mengembangkan politik luar negeri dan kepentingan lanjutan.
Hamdy membantah laporan yang menyebut, bahwa sebuah delegasi dari kelompok politik telah mengunjungi Mesir untuk negosiasi. Tapi, ia mengakui bahwa dirinya telah bertemu dengan anggota biro politik Hizbullah melakukan diskusi guna memahami satu sama lain dengan lebih baik.
Hubungan Mesir dengan Hizbullah menjadi tegang selama pemerintahan mantan Presiden Hosni Mubarak. Hamdy mengatakan, bahwa konflik internal yang baru-baru ini terjadi di Mesir telah menghambat kerjasama dengan Hizbullah.
"Mesir akan mengungkapkan dirinya sebagai kekuatan regional yang nyata dan menjadi pelaku di kancah regional dan kami ingin menunjukkan hal itu," ujar Hamdy.
(esn)