Sepanjang 2012, 5 wartawan tewas di Irak
Sabtu, 29 Desember 2012 - 23:44 WIB
Sepanjang 2012, 5 wartawan tewas di Irak
A
A
A
Sindonews.com – Sepanjang 2012 tercatat 5 wartawan tewas dalam aksi kekerasan di Irak. Jumlah ini menambah panjang daftar jurnalis yang tewas di negara itu. Sejak Amerika Serikat (AS) memimpin invasi untuk menumbangkan rezin Saddam Hussein pada 2003, sudah 373 wartawan yang tewas di Irak.
"Kekerasan terhadap wartawan yang sedang berlangsung, menunjukkan bahwa Irak masih menjadi lokasi kerja yang berbahaya bagi pekerja media," kata sebuah laporan yang dibuat oleh Persatuan Wartawan Irak, Sabtu (29/12/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
Laporan itu mengatakan, bahwa wartawan Irak relatif tidak aman dan merasa khawatir, karena pasukan keamanan gagal membawa pelaku kejahatan ke pengadilan. Laporan ini menunjukkan, bahwa sepanjang 2012 telah ada 16 laporan yang didaftarkan oleh wartawan pada aparat.
Laporan ini termasuk upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata, menahan, mengalahkan, dan mencegah oleh pasukan keamanan untuk tidak membahas beberapa insiden dan peristiwa. Ancaman pembunuhan pada pekerja pers di Iran masih kerap terjadi, meski suasana di beberapa kota di Irak relatif stabil.
Pada 2010 silam, sebuah asosiasi jurnalis yang berbasis di Paris, Reporters Without Borders kelompok mengatakan, bahwa perang AS dengan Irak adalah yang paling mematikan bagi wartawan sejak Perang Dunia II.
"Kekerasan terhadap wartawan yang sedang berlangsung, menunjukkan bahwa Irak masih menjadi lokasi kerja yang berbahaya bagi pekerja media," kata sebuah laporan yang dibuat oleh Persatuan Wartawan Irak, Sabtu (29/12/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
Laporan itu mengatakan, bahwa wartawan Irak relatif tidak aman dan merasa khawatir, karena pasukan keamanan gagal membawa pelaku kejahatan ke pengadilan. Laporan ini menunjukkan, bahwa sepanjang 2012 telah ada 16 laporan yang didaftarkan oleh wartawan pada aparat.
Laporan ini termasuk upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata, menahan, mengalahkan, dan mencegah oleh pasukan keamanan untuk tidak membahas beberapa insiden dan peristiwa. Ancaman pembunuhan pada pekerja pers di Iran masih kerap terjadi, meski suasana di beberapa kota di Irak relatif stabil.
Pada 2010 silam, sebuah asosiasi jurnalis yang berbasis di Paris, Reporters Without Borders kelompok mengatakan, bahwa perang AS dengan Irak adalah yang paling mematikan bagi wartawan sejak Perang Dunia II.
(esn)