Baju rajutan Suu Kyi dilelang USD 50 ribu
Sabtu, 29 Desember 2012 - 17:42 WIB
Baju rajutan Suu Kyi dilelang USD 50 ribu
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah baju hasil rajutan tangan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi laku USD 50 ribu saat dilelang dalam sebuah acara penggalangan dana yang diselenggarakan partai oposisi Myanmar, Jumat (28/12/2012).
Kaus rajutan dengan corak warna merah, hijau, biru dengan model leher V-neck dibeli oleh stasiun radio swasta FM Shwe. Ada dua pendapat soal baju rajutan ini. Orang-orang dekat Suu Kyi ada yang mengatakan, kalau rajutan ini dibuat saat pemenang nobel perdamaian itu berada dalam tahanan rumah dan ada pula yang menyatakan kalau Suu Kyi membuatnya saat berada di luar negeri, sebelum memulai perjuangan demokrasi di Myanmar.
"Dia membuat rajutan ini lebih dari 25 tahun yang lalu di Inggris," kata Ko Ni, seorang pembantu dekat Suu Kyi, seperti dikutip dari Channel NewsAsia. "Saya tidak tahu kapan tepatnya. Beberapa barang-barangnya telah tiba dari Inggris baru-baru ini," lanjutnya.
Berbeda dengan penuturan Ko Ni, anggota tim keamanan Suu Kyi mengatakan, dia membuat rajutan itu saat berada di dalam tahanan rumah, saat junta militer berkuasa di Myanmar.
Menurut Phyo Min Thein, kordinator acara lelang ini, dana yang terkumpul dari penjualan baju rajutan itu akan digunakan untuk mendanai serangkaian program pendidikan.
"Kami akan menggunakan uang tersebut untuk membantu migran Myanmar yang bermasalah di negara lain. Dana ini akan membantu sekolah-sekolah miskin dan mereka yang tinggal di daerah, di mana sulit untuk mengakses pendidikan," kata Thein yang juga anggota parlemen dari Liga Nasional.
Kaus rajutan dengan corak warna merah, hijau, biru dengan model leher V-neck dibeli oleh stasiun radio swasta FM Shwe. Ada dua pendapat soal baju rajutan ini. Orang-orang dekat Suu Kyi ada yang mengatakan, kalau rajutan ini dibuat saat pemenang nobel perdamaian itu berada dalam tahanan rumah dan ada pula yang menyatakan kalau Suu Kyi membuatnya saat berada di luar negeri, sebelum memulai perjuangan demokrasi di Myanmar.
"Dia membuat rajutan ini lebih dari 25 tahun yang lalu di Inggris," kata Ko Ni, seorang pembantu dekat Suu Kyi, seperti dikutip dari Channel NewsAsia. "Saya tidak tahu kapan tepatnya. Beberapa barang-barangnya telah tiba dari Inggris baru-baru ini," lanjutnya.
Berbeda dengan penuturan Ko Ni, anggota tim keamanan Suu Kyi mengatakan, dia membuat rajutan itu saat berada di dalam tahanan rumah, saat junta militer berkuasa di Myanmar.
Menurut Phyo Min Thein, kordinator acara lelang ini, dana yang terkumpul dari penjualan baju rajutan itu akan digunakan untuk mendanai serangkaian program pendidikan.
"Kami akan menggunakan uang tersebut untuk membantu migran Myanmar yang bermasalah di negara lain. Dana ini akan membantu sekolah-sekolah miskin dan mereka yang tinggal di daerah, di mana sulit untuk mengakses pendidikan," kata Thein yang juga anggota parlemen dari Liga Nasional.
(esn)