Menlu Jepang akan perbaiki hubungan dengan China
Jum'at, 28 Desember 2012 - 22:04 WIB
Menlu Jepang akan perbaiki hubungan dengan China
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Jepang yang baru terpilih, Fumio Kishida, mengaku akan bekerja keras untuk memperbaiki hubungan negaranya dengan China. "Saya percaya, sangat penting untuk memiliki komunikasi yang baik antara kedua pemerintah, serta antara dua Menteri Luar Negeri," kata Kishida dalam sebuah wawancara, Jumat (28/12/2012), seperti dikutip dari Khaleej Times.
Saat ini, hubungan antara Jepang dan China memburuk karena sengketa kepulauan di Laut China Timur. "Hal yang paling penting bagi saya, bahwa sebagai Menteri Luar Negeri, saya harus membuat upaya untuk memperdalam komunikasi antara kedua negara,” katanya.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe memang menaruh harapan besar pada Kishida untuk memperbaiki hubungan dengan China, yang tak lain adalah mitra dagang penting Jepang. "Sebagai sebuah negara, kita perlu melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk membangun keamanan nasional," jelasnya.
Kishida yang saat ini berusia 55 tahun, adalah seorang mantan bankir yang memimpin faksi liberal di Partai Liberal Demokrat. Pengalamannya sebagai menteri negara dalam kabinet Abe di masa pemerintahan pertama, telah memberikan nilai plus bagi dirinya. Kishida pernah menangani sengketa wilayah dengan Rusia dan masalaha di Okinawa.
Saat ini, hubungan antara Jepang dan China memburuk karena sengketa kepulauan di Laut China Timur. "Hal yang paling penting bagi saya, bahwa sebagai Menteri Luar Negeri, saya harus membuat upaya untuk memperdalam komunikasi antara kedua negara,” katanya.
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe memang menaruh harapan besar pada Kishida untuk memperbaiki hubungan dengan China, yang tak lain adalah mitra dagang penting Jepang. "Sebagai sebuah negara, kita perlu melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk membangun keamanan nasional," jelasnya.
Kishida yang saat ini berusia 55 tahun, adalah seorang mantan bankir yang memimpin faksi liberal di Partai Liberal Demokrat. Pengalamannya sebagai menteri negara dalam kabinet Abe di masa pemerintahan pertama, telah memberikan nilai plus bagi dirinya. Kishida pernah menangani sengketa wilayah dengan Rusia dan masalaha di Okinawa.
(esn)