Oposisi Suriah tak akan bernegosiasi dengan rezim Assad
Jum'at, 28 Desember 2012 - 21:04 WIB
Oposisi Suriah tak akan bernegosiasi dengan rezim Assad
A
A
A
Sindonews.com – Koalisi Nasional Oposisi Suriah menampik tawaran perundingan damai yang digagas oleh Rusia. "Koalisi siap untuk melakukan pembicaraan politik dengan siapa pun, tetapi tidak akan bernegosiasi dengan rezim Assad," ujar Juru bicara Koalisi Nasional Oposisi Suriah, Walid al-Bunni kepada Reuters, Jumat (28/12/2012).
"Semuanya bisa terjadi setelah rezim Assad dan semua pendukung pemerintah telah pergi. Setelah itu, kita bisa duduk dengan semua pihak di Suriah untuk menetapkan masa depan," lanjutnya.
Rusia memang telah menyatakan diri bersedia menjadi tuan rumah perundingan damai untuk konflik Suriah. Pembicaraan ini akan dilangsungkan pada Sabtu 29 Desember di Moskow. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov telah melayangkan undangan pada Pemimpin Koalisi Nasional, Moaz Alkhatib untuk hadir dalam perundingan damai itu.
Sejak bulan lalu, Koalisi Nasional Oposisi Suriah sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Bahkan, Amerika Serikat menyatakan pengakuannya pada Koalisi Nasional Oposisi Suriah. Hal yang mengejutkan Rusia. Al-Bunni tidak memberi penjelasan, apakah Alkhatib akan memenuhin undangan yang dilayangkan oleh Rusia itu.
Hingga kini, konflik bersenjata di Suriah sudah berlangsung selama 21 bulan. Dalam kurun itu, sudah 44 ribu warga Suriah tewas. Saat ini, kaum pemberontak telah menguasai sejumlah wilayah di Suriah. Banyak pihak memprediksi, rezim Presiden Bashar al-Assad akan tumbang.
"Semuanya bisa terjadi setelah rezim Assad dan semua pendukung pemerintah telah pergi. Setelah itu, kita bisa duduk dengan semua pihak di Suriah untuk menetapkan masa depan," lanjutnya.
Rusia memang telah menyatakan diri bersedia menjadi tuan rumah perundingan damai untuk konflik Suriah. Pembicaraan ini akan dilangsungkan pada Sabtu 29 Desember di Moskow. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov telah melayangkan undangan pada Pemimpin Koalisi Nasional, Moaz Alkhatib untuk hadir dalam perundingan damai itu.
Sejak bulan lalu, Koalisi Nasional Oposisi Suriah sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Bahkan, Amerika Serikat menyatakan pengakuannya pada Koalisi Nasional Oposisi Suriah. Hal yang mengejutkan Rusia. Al-Bunni tidak memberi penjelasan, apakah Alkhatib akan memenuhin undangan yang dilayangkan oleh Rusia itu.
Hingga kini, konflik bersenjata di Suriah sudah berlangsung selama 21 bulan. Dalam kurun itu, sudah 44 ribu warga Suriah tewas. Saat ini, kaum pemberontak telah menguasai sejumlah wilayah di Suriah. Banyak pihak memprediksi, rezim Presiden Bashar al-Assad akan tumbang.
(esn)