Fatah akan gelar perayaan ulang tahun di Jalur Gaza
Jum'at, 28 Desember 2012 - 19:01 WIB
Fatah akan gelar perayaan ulang tahun di Jalur Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Faksi Fatah mengaku akan merayakan ulang tahun ke-48 di Jalur Gaza. "Kami telah sepakat dengan Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya, bahwa Fatah akan merayakan ulang tahun ke-48 pada 1 Januari di Saraya, kompleks di mana pasukan keamanan kami berada,” kata salah seorang pejabat Fatah, Yehiye Rabba, Jumat (28/12/2012), seperti dikutip dari The Daily Star. Fatah sendiri didirikan pada 1 Januari 1965.
Terakhir kali Fatah mengadakan perayaan di Jalur Gaza adalah pada Januari 2007. Selanjutnya, pada Juni 2007, Fatah dan Hamas terlibat pertikaian bersenjata, yang membuat para pejuang Fatah harus menyingkir dari Jalur Gaza.
Usai pertikaian itu, Hamas dan Fatah berbagi wilayah kekuasaan. Fatah berkuasa atas Tepi Barat dan Hamas di Jalur Gaza. Namun, setelah konflik bersenjata antara Hamas dengan militer Israel bulan lalu dan dicapainya peningkatan status Palestina di PBB, Hamas dan Fatah sepakat untuk mengakhiri pertikaian mereka.
Hamas dan Fatah sepakat untuk bersatu demi tercapainya kemerdekaan abadi bangsa Palestina. Langkah positif ini ditandai dengan diperbolehkannya sejumlah pejuang Fatah kembali ke Jalur Gaza oleh Hamas. Sebagai aksi balasan, Fatah mengizinkan Hamas merayakan ulang tahun mereka di Tepi Barat.
Sesungguhnya, rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas sudah digagas oleh Mesir pada April 2011 silam. Namun, sejauh ini belum diimplementasikan. Saat ini, petinggi Hamas dan Fatah kembali merancang pertemuan di Mesir untuk memantapkan langkah persatuan. Namun, keinginan ini harus ditunda untuk sementara waktu, mengingat kondisi dalam negeri Mesir yang belum kondusif.
Terakhir kali Fatah mengadakan perayaan di Jalur Gaza adalah pada Januari 2007. Selanjutnya, pada Juni 2007, Fatah dan Hamas terlibat pertikaian bersenjata, yang membuat para pejuang Fatah harus menyingkir dari Jalur Gaza.
Usai pertikaian itu, Hamas dan Fatah berbagi wilayah kekuasaan. Fatah berkuasa atas Tepi Barat dan Hamas di Jalur Gaza. Namun, setelah konflik bersenjata antara Hamas dengan militer Israel bulan lalu dan dicapainya peningkatan status Palestina di PBB, Hamas dan Fatah sepakat untuk mengakhiri pertikaian mereka.
Hamas dan Fatah sepakat untuk bersatu demi tercapainya kemerdekaan abadi bangsa Palestina. Langkah positif ini ditandai dengan diperbolehkannya sejumlah pejuang Fatah kembali ke Jalur Gaza oleh Hamas. Sebagai aksi balasan, Fatah mengizinkan Hamas merayakan ulang tahun mereka di Tepi Barat.
Sesungguhnya, rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas sudah digagas oleh Mesir pada April 2011 silam. Namun, sejauh ini belum diimplementasikan. Saat ini, petinggi Hamas dan Fatah kembali merancang pertemuan di Mesir untuk memantapkan langkah persatuan. Namun, keinginan ini harus ditunda untuk sementara waktu, mengingat kondisi dalam negeri Mesir yang belum kondusif.
(esn)