Inggris kecam rencana pembangunan pemukiman Yahudi
Jum'at, 28 Desember 2012 - 15:40 WIB
Inggris kecam rencana pembangunan pemukiman Yahudi
A
A
A
Sindonews.com – Direktur Kementerian Luar Negeri Inggris untuk Timur Tengah, Alistair Burt mengecam rencana Israel untuk membangun lebih dari 3.150 unit rumah di Hamatos Givaat dan 1.242 unit di Mordot Gilo Selatan.
Ia juga menyatakan rasa prihatin, setelah Israel meningkatkan status Universitas Ariel, yang menjadikan kampus itu sebagai universitas pertama di pemukiman ilegal di bawah hukum internasional. Ia mengecam Israel yang tak perduli pada keprihatinan mendalam dunia internasional.
"Pekan lalu, Menteri Luar Negeri William Hague membuat kecaman yang jelas dan kekecewaan yang mendalam pada persetujuan rencana pembangunan di Yerusalem Timur,” ujar Burt. "Ini adalah tindakan provokatif yang bertentangan dengan Konvensi Jenewa,” lanjutnya.
Burt menegaskan, bahwa tindakan Pemerintah Israel itu telah merusak reputasi Israel di dunia internasional. “Inggris sangat kecewa atas keputusan untuk meningkatkan status Ariel menjadi sebuah universitas. Menurut hukum internasional, kampus itu berada di pemukiman ilegal,” tambah Burt.
Inggris menegaskan kembali seruannya kepada Israel untuk membatalkan keputusan ini dan tidak mengambil langkah lebih lanjut yang bertujuan untuk memperluas kegiatan permukiman.
"Ketika saya berbicara dengan Presiden Mahmoud Abbas, pekan lalu, saya menyatakan apresiasi kami untuk respon tenang Pemimpin Palestina dalam menanggapi pengumuman terbaru pemukiman Israel,” lanjutnya.
Burt meminta Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunjukkan kepemimpinan yang kuat, yang diperlukan untuk mencapai kembali perundingan untuk mencapai solusi dua-negara.
Ia juga menyatakan rasa prihatin, setelah Israel meningkatkan status Universitas Ariel, yang menjadikan kampus itu sebagai universitas pertama di pemukiman ilegal di bawah hukum internasional. Ia mengecam Israel yang tak perduli pada keprihatinan mendalam dunia internasional.
"Pekan lalu, Menteri Luar Negeri William Hague membuat kecaman yang jelas dan kekecewaan yang mendalam pada persetujuan rencana pembangunan di Yerusalem Timur,” ujar Burt. "Ini adalah tindakan provokatif yang bertentangan dengan Konvensi Jenewa,” lanjutnya.
Burt menegaskan, bahwa tindakan Pemerintah Israel itu telah merusak reputasi Israel di dunia internasional. “Inggris sangat kecewa atas keputusan untuk meningkatkan status Ariel menjadi sebuah universitas. Menurut hukum internasional, kampus itu berada di pemukiman ilegal,” tambah Burt.
Inggris menegaskan kembali seruannya kepada Israel untuk membatalkan keputusan ini dan tidak mengambil langkah lebih lanjut yang bertujuan untuk memperluas kegiatan permukiman.
"Ketika saya berbicara dengan Presiden Mahmoud Abbas, pekan lalu, saya menyatakan apresiasi kami untuk respon tenang Pemimpin Palestina dalam menanggapi pengumuman terbaru pemukiman Israel,” lanjutnya.
Burt meminta Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunjukkan kepemimpinan yang kuat, yang diperlukan untuk mencapai kembali perundingan untuk mencapai solusi dua-negara.
(esn)