Sayap kiri Israel tawarkan perdamaian pada Palestina
Jum'at, 28 Desember 2012 - 15:38 WIB
Sayap kiri Israel tawarkan perdamaian pada Palestina
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menerima inisiatif perdamaian dari partai sayap kiri Israel, Meretz, Kamis (27/12/2012). Pada pertemuan yang diselenggarakan di Kota Ramallah, Tepi Barat, Pemimpin Partai Meretz, Zahava Galon, melontarkan inisiatif yang bertujuan untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel.
Menurut kantor berita Wafa, Abbas kemudian mengajukan inisiatif yang diusulkan Galon itu kepada sebuah komite Palestina untuk mempelajarinya. Inisiatif ini mengusulkan adanya negosiasi baru untuk memo kesepakatan Oslo yang ditandatangani oleh Palestina dan Israel pada 1993.
Galon juga menyuarakan dukungan untuk solusi dua-negara dan mengucapkan selamat kepada Abbas dan rakyat Palestina atas peningkatan status yang didapat Palestina di PBB. Bulan lalu, Palestina medapat status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB. Status yang sama juga disandang oleh Vatikan.
Abbas menekankan, bahwa rakyat Palestina masih berkomitmen untuk proses perdamaian berdasarkan resolusi internasional dan solusi dua-negara. Hal ini didasari pada kesepakatan 1967, di mana Jerusalem Timur ditetapkan sebagai Ibu Kota Palestina.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah ditangguhkan sejak 2010, setelah Israel melakukan perluasan permukiman dan membangun rumah-rumah baru di wilayah pendudukan. Teraktual, Kementerian Dalam Negeri Israel memang telah memutuskan untuk mengizinkan pembangunan 1.200 unit pemukiman di wilayah Gilo di Distrik Betlehem.
Menurut kantor berita Wafa, Abbas kemudian mengajukan inisiatif yang diusulkan Galon itu kepada sebuah komite Palestina untuk mempelajarinya. Inisiatif ini mengusulkan adanya negosiasi baru untuk memo kesepakatan Oslo yang ditandatangani oleh Palestina dan Israel pada 1993.
Galon juga menyuarakan dukungan untuk solusi dua-negara dan mengucapkan selamat kepada Abbas dan rakyat Palestina atas peningkatan status yang didapat Palestina di PBB. Bulan lalu, Palestina medapat status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB. Status yang sama juga disandang oleh Vatikan.
Abbas menekankan, bahwa rakyat Palestina masih berkomitmen untuk proses perdamaian berdasarkan resolusi internasional dan solusi dua-negara. Hal ini didasari pada kesepakatan 1967, di mana Jerusalem Timur ditetapkan sebagai Ibu Kota Palestina.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel telah ditangguhkan sejak 2010, setelah Israel melakukan perluasan permukiman dan membangun rumah-rumah baru di wilayah pendudukan. Teraktual, Kementerian Dalam Negeri Israel memang telah memutuskan untuk mengizinkan pembangunan 1.200 unit pemukiman di wilayah Gilo di Distrik Betlehem.
(esn)