Hollande: Pengangguran di Perancis akan turun pada akhir 2013
Kamis, 27 Desember 2012 - 22:07 WIB
Hollande: Pengangguran di Perancis akan turun pada akhir 2013
A
A
A
Sindonews.com – Krisis ekonomi yang melanda Eropa telah mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran di benua itu, tak terkecuali di Perancis. Pada akhir Oktober silam, jumlah pengangguran di Perancis naik 1,5 persen. Ini adalah kenaikan berturut-turut selama 18 bulan terakhir.
Sebuah Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris memprediksi, jumlah penganguran akan naik dari 9,9 persen menjadi 10,7 persen pada 2013 mendatang. Karenanya, Presiden Perancis, Francois Hollande menyebut tahun 2013 adalah saat “pertempuran besar” bagi tersedianya lapangan pekerjaan.
"Tujuan saya adalah untuk memastikan, bahwa jumlah pengangguran yang terus naik selama hampir dua tahun, akan menurun di tahun depan. Pada akhir 2013, kita harus membalikkan kurva pengangguran," kata Hollande saat berkunjung ke Rungis, pasar makanan terbesar di negara itu, Kamis (27/12/2012).
Menurutnya, Perancis harus bekerja keras melawan pengangguran. Hollande berjanji akan menciptakan 150 ribu lapangan pekerjaan di masa depan dan 500 ribu kontrak untuk mendorong perusahaan-perusahaan mempekerjakan kaum muda Perancis.
Sebuah Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris memprediksi, jumlah penganguran akan naik dari 9,9 persen menjadi 10,7 persen pada 2013 mendatang. Karenanya, Presiden Perancis, Francois Hollande menyebut tahun 2013 adalah saat “pertempuran besar” bagi tersedianya lapangan pekerjaan.
"Tujuan saya adalah untuk memastikan, bahwa jumlah pengangguran yang terus naik selama hampir dua tahun, akan menurun di tahun depan. Pada akhir 2013, kita harus membalikkan kurva pengangguran," kata Hollande saat berkunjung ke Rungis, pasar makanan terbesar di negara itu, Kamis (27/12/2012).
Menurutnya, Perancis harus bekerja keras melawan pengangguran. Hollande berjanji akan menciptakan 150 ribu lapangan pekerjaan di masa depan dan 500 ribu kontrak untuk mendorong perusahaan-perusahaan mempekerjakan kaum muda Perancis.
(esn)