Korban tewas akibat cuaca dingin di Rusia menjadi 123 orang
Rabu, 26 Desember 2012 - 16:58 WIB
Korban tewas akibat cuaca dingin di Rusia menjadi 123 orang
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Rusia mengatakan, total korban tewas akibat cuaca musim dingin ekstrim di Rusia dalam waktu 10 hari telah mencapai 132 orang. Suhu udara di Ibu Kota Moskow terus turun hingga minus 30 derajat Celsius. Sementara di wilayah Siberia, suhu udara turun hingga minus 60 derajat Celsius.
"Sejak memasuki musim dingin kali ini, sudah 123 warga Rusia dilaporkan tewas karena kurang pencahayaan dan radang dingin," ungkap pernyataan yang dirilis Departemen Kesehatan Rusia, Rabu (26/12/2012).
Departemen Kesehatan Rusia mengatakan, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sudah 123 warga menjalani perawatan intensif di rumah sakit, 14 di antara mereka adalah anak-anak. Dengan demikian, jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit telah mencapai 833 orang. Sebagian besar dari mereka menderita hiportemia dan radang dingin.
Pemerintah Rusia telah mengumumkan keadaan darurat di Desa Khovu Aksy, Tyva, selatan Siberia, setelah pembangkit listrik lokal gagal beroperasi akibat suhu udara turun menjadi minus 40 derajat Celsius. Sekitar 4.000 penduduk di salah satu wilayah termiskin di Rusia ini terpaksa mengungsi ke sejumlah sekolah yang memiliki sistem pemanas darurat.
"Tidak ada air sama sekali. Bahkan, untuk mendapatkan setetes air, kami harus mencairkan salju. Dan kami tetap merasakan suhu udara berada di bawah 0 derajat, meskipun sudah berada di dalam rumah," ungkap seorang warga seperti diberitakan Chanel news asia, Rabu (26/12/2012).
Badan Meteorologi Rusia mengatakan, musim dingin kali ini merupakan musim dingin terparah sejak 1938. Sementara itu, Kementrian Darurat Rusia memperingatkan kenaikan suhu yang disertai angin kencang dan hujan yang membeku akan merusak komunikasi dan menimbulkan sejumlah kemacetan.
"Sejak memasuki musim dingin kali ini, sudah 123 warga Rusia dilaporkan tewas karena kurang pencahayaan dan radang dingin," ungkap pernyataan yang dirilis Departemen Kesehatan Rusia, Rabu (26/12/2012).
Departemen Kesehatan Rusia mengatakan, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sudah 123 warga menjalani perawatan intensif di rumah sakit, 14 di antara mereka adalah anak-anak. Dengan demikian, jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit telah mencapai 833 orang. Sebagian besar dari mereka menderita hiportemia dan radang dingin.
Pemerintah Rusia telah mengumumkan keadaan darurat di Desa Khovu Aksy, Tyva, selatan Siberia, setelah pembangkit listrik lokal gagal beroperasi akibat suhu udara turun menjadi minus 40 derajat Celsius. Sekitar 4.000 penduduk di salah satu wilayah termiskin di Rusia ini terpaksa mengungsi ke sejumlah sekolah yang memiliki sistem pemanas darurat.
"Tidak ada air sama sekali. Bahkan, untuk mendapatkan setetes air, kami harus mencairkan salju. Dan kami tetap merasakan suhu udara berada di bawah 0 derajat, meskipun sudah berada di dalam rumah," ungkap seorang warga seperti diberitakan Chanel news asia, Rabu (26/12/2012).
Badan Meteorologi Rusia mengatakan, musim dingin kali ini merupakan musim dingin terparah sejak 1938. Sementara itu, Kementrian Darurat Rusia memperingatkan kenaikan suhu yang disertai angin kencang dan hujan yang membeku akan merusak komunikasi dan menimbulkan sejumlah kemacetan.
(esn)