Kembali ke Suriah, Brahimi berunding dengan oposisi
Rabu, 26 Desember 2012 - 16:43 WIB
Kembali ke Suriah, Brahimi berunding dengan oposisi
A
A
A
Sindonews.com - Utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi bertemu dengan enam kelompok oposisi Suriah di hotel Damskus, Selasa (25/12/2012). Dalam pertemuan tersebut, Brahimi menawarkan inisiatif perdamaian untuk mengakhiri perang di Suriah.
"Brahimi akan tinggal di Suriah sampai akhir pekan ini. Dia akan mencoba menerapkan hasil konsensus masyarakat internasional guna menyelesaikan konflik yang terjadi Suriah," ungkap Hassan Abdel Azim, pemimpin Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratis, seperti diberitakan dalam Chanel news asia, Rabu (26/12/2012).
Raja Nasser, Wakil Brahimi mengatakan, satu-satunya solusi perdamian yang ditawarkan Brahimi adalah menerapkan hasil konsensus masyarakat internasional. "Solusi politik merupakan satu-satunya solusi yang ditawarkan oleh masyarakat internasional. Artinya, Suriah membutuhkan sebuah rezim pemerintahan baru yang demokratis," ungkap Nasser.
Sementara itu, Le Figaro, harian Prancis, memberitakan bahwa inisiatif perdamaian yang ditawarkan oleh Amerika Serikat dan Rusia telah memicu kemarahan kelompok oposisi. Mereka menolak berkompromi dengan rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Solusi politik tersebut hanya akan mengizinkan Assad berkuasa hingga 2014 dan melarang ia kembali menjadi Presiden.
Kunjungan Brahimi juga diwarnai kecaman oleh Komite Koordinasi Lokal (LCC). "Kedatangan Brahimi untuk membahas insiatif politik baru, tidak akan menghentikan pembantaian yang dilakukan oleh rezim pemerintah Suriah. LCC menolak inisiatif yang membuat kelompok oposisi menerima pilihan yang tidak adil, apalagi mengizimkan rezim menanjutkan kekuasaan," seut pernyataan LCC.
"Brahimi akan tinggal di Suriah sampai akhir pekan ini. Dia akan mencoba menerapkan hasil konsensus masyarakat internasional guna menyelesaikan konflik yang terjadi Suriah," ungkap Hassan Abdel Azim, pemimpin Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratis, seperti diberitakan dalam Chanel news asia, Rabu (26/12/2012).
Raja Nasser, Wakil Brahimi mengatakan, satu-satunya solusi perdamian yang ditawarkan Brahimi adalah menerapkan hasil konsensus masyarakat internasional. "Solusi politik merupakan satu-satunya solusi yang ditawarkan oleh masyarakat internasional. Artinya, Suriah membutuhkan sebuah rezim pemerintahan baru yang demokratis," ungkap Nasser.
Sementara itu, Le Figaro, harian Prancis, memberitakan bahwa inisiatif perdamaian yang ditawarkan oleh Amerika Serikat dan Rusia telah memicu kemarahan kelompok oposisi. Mereka menolak berkompromi dengan rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Solusi politik tersebut hanya akan mengizinkan Assad berkuasa hingga 2014 dan melarang ia kembali menjadi Presiden.
Kunjungan Brahimi juga diwarnai kecaman oleh Komite Koordinasi Lokal (LCC). "Kedatangan Brahimi untuk membahas insiatif politik baru, tidak akan menghentikan pembantaian yang dilakukan oleh rezim pemerintah Suriah. LCC menolak inisiatif yang membuat kelompok oposisi menerima pilihan yang tidak adil, apalagi mengizimkan rezim menanjutkan kekuasaan," seut pernyataan LCC.
(esn)