Jarang aktifitas di luar, anak-anak Fukushima cenderung gemuk
Rabu, 26 Desember 2012 - 11:00 WIB
Jarang aktifitas di luar, anak-anak Fukushima cenderung gemuk
A
A
A
Sindonews.com – Karena takut terkena dampak radiasi akibat bocornya reaktor nuklir tahun lalu, banyak orang tua di Fukushima, Jepang yang melarang anak mereka untuk beraktifitas di luar rumah. Akibatnya, anak-anak di Fukushima mengalami peningkatan berat badan dan cenderung mengarah ke obesitas.
Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan, mereka telah mengamati tinggi dan berat sekitar 700 ribu anak berusia 5-17 tahun di TK dan sekolah-sekolah di seluruh negeri tahun ini. Pengamatan ini dilakukan untuk membandingkan jumlah anak obesitas di antara 47 prefektur yang ada di Jepang.
“Fukushima terdaftar di tingkat tertinggi dalam tujuh dari 13 kelompok usia,” kata kementerian tersebut. Hal ini jelas mengkhawatirkan. Sebab, usia sekolah adalah masa seorang anak menjalani banyak aktifitas di luar ruangan.
"Frekuensi latihan fisik telah menurun di Fukushima, terutama di kalangan murid sekolah dasar. Aktivitas luar ruangan di beberapa lokasi telah dibatasi, setelah kecelakaan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi," kata seorang pejabat Kementerian Pendidikan dalam konferensi pers, Selasa (25/12/2012).
Di Fukushima, 449 sekolah atau sekitar 56 persen dari jumlah sekolah umum di daerah itu, telah membatasi aktifitas luar ruang karena kekhawatiran akan adanya radiasi.
Kementerian Pendidikan Jepang mengatakan, mereka telah mengamati tinggi dan berat sekitar 700 ribu anak berusia 5-17 tahun di TK dan sekolah-sekolah di seluruh negeri tahun ini. Pengamatan ini dilakukan untuk membandingkan jumlah anak obesitas di antara 47 prefektur yang ada di Jepang.
“Fukushima terdaftar di tingkat tertinggi dalam tujuh dari 13 kelompok usia,” kata kementerian tersebut. Hal ini jelas mengkhawatirkan. Sebab, usia sekolah adalah masa seorang anak menjalani banyak aktifitas di luar ruangan.
"Frekuensi latihan fisik telah menurun di Fukushima, terutama di kalangan murid sekolah dasar. Aktivitas luar ruangan di beberapa lokasi telah dibatasi, setelah kecelakaan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi," kata seorang pejabat Kementerian Pendidikan dalam konferensi pers, Selasa (25/12/2012).
Di Fukushima, 449 sekolah atau sekitar 56 persen dari jumlah sekolah umum di daerah itu, telah membatasi aktifitas luar ruang karena kekhawatiran akan adanya radiasi.
(esn)