Pembangunan pemukiman Yahudi membunuh solusi dua negara
Selasa, 25 Desember 2012 - 23:41 WIB
Pembangunan pemukiman Yahudi membunuh solusi dua negara
A
A
A
Sindonews.com – Pembangunan pemukiman Yahudi yang direncanakan Pemerintah Israel akan membunuh solusi dua negara di kawasan itu. Demikian isi pernyataan kantor Kepresidenan Palestina, Selasa (25/12/2012).
Seorang Juru Bicara kantor Kepresidenan Palestina mengatakan dalam pernyataan kepada kantor berita WAFA, bahwa jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalankan rencana untuk membangun ribuan unit rumah baru, maka negara Yahudi itu telah melanggar garis merah.
“Rencana itu akan melemahkan solusi dua negara dan semua upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif di wilayah dan memimpin Israel ke solusi satu negara. Ini adalah garis merah yang tidak akan diterima oleh rakyat Palestina dan semua kemungkinan tindakan akan diambil untuk menghentikannya,” kata Juru Bicara itu.
Kementerian Dalam Negeri Israel memang telah memutuskan untuk mengizinkan pembangunan
1.200 unit pemukiman di wilayah Gilo di Distrik Betlehem. Menurut Ynet, Kementerian Perumahan Israel memutuskan, bahwa setelah persetujuan akhir diberikan, konstruksi tender untuk daerah akan dikeluarkan.
Menurut laporan Ynet, areal yang akan dibangun pemukiman baru mencakup 66 hektar. Tak hanya Palestina yang mengecam rencanan pembangunan ini, sejumlah negara di seluruh dunia juga mengecamnya. Bahkan, sebagian kalangan di dalam negeri Israel juga tak setuju dengan rencana ini.
Seorang Juru Bicara kantor Kepresidenan Palestina mengatakan dalam pernyataan kepada kantor berita WAFA, bahwa jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalankan rencana untuk membangun ribuan unit rumah baru, maka negara Yahudi itu telah melanggar garis merah.
“Rencana itu akan melemahkan solusi dua negara dan semua upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif di wilayah dan memimpin Israel ke solusi satu negara. Ini adalah garis merah yang tidak akan diterima oleh rakyat Palestina dan semua kemungkinan tindakan akan diambil untuk menghentikannya,” kata Juru Bicara itu.
Kementerian Dalam Negeri Israel memang telah memutuskan untuk mengizinkan pembangunan
1.200 unit pemukiman di wilayah Gilo di Distrik Betlehem. Menurut Ynet, Kementerian Perumahan Israel memutuskan, bahwa setelah persetujuan akhir diberikan, konstruksi tender untuk daerah akan dikeluarkan.
Menurut laporan Ynet, areal yang akan dibangun pemukiman baru mencakup 66 hektar. Tak hanya Palestina yang mengecam rencanan pembangunan ini, sejumlah negara di seluruh dunia juga mengecamnya. Bahkan, sebagian kalangan di dalam negeri Israel juga tak setuju dengan rencana ini.
(esn)