Pembicaraan penyebaran rudal AS-Rusia terhenti
Selasa, 25 Desember 2012 - 23:37 WIB
Pembicaraan penyebaran rudal AS-Rusia terhenti
A
A
A
Sindonews.com - Pembicaraan penyebaran rudal pertahanan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah terhenti. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Antonov, Senin (24/12/2012).
"Situasi ini ada di jalan buntu. Keprihatinan kami telah diabaikan," kata Antonov pada wartawan saat jumpa pers. Menurutnya, Menteri Pertahanan Rusia dan AS akan bertemu pada 2013 dengan fokus utama pada penyebaran anti-rudal dan masalah Afghanistan.
"Di awal tahun depan, kami akan memutuskan kapan dan di mana Menteri-menteri kami dapat bertemu," tambahnya. Situasi terakhir di Afghanistan yang tak kunjung stabil, juga telah membuat Moskow khawatir.
"Kami sangat khawatir tentang apa yang akan terjadi di wilayah itu setelah 2014, ketika pasukan internasional meninggalkan Afghanistan," kata Antonov.
Hingga kini, situasi di Afghanistan memang belum stabil. Meski pasukan nasional Afghanistan dan pasukan asing pimpinan NATO terus berusaha menciptakan kestabilan di negara itu. Serangan bom masih kerap terjadi di sejumlah wilayah di Afghanistan.
Serangan terhadap pasukan NATO dan tentara serta polisi nasional Afghanistan masih terjadi setiap saat. Teraktual, seorang penasehat NATO ditembak mai oleh seorang polisi wania Afghanistan.
"Situasi ini ada di jalan buntu. Keprihatinan kami telah diabaikan," kata Antonov pada wartawan saat jumpa pers. Menurutnya, Menteri Pertahanan Rusia dan AS akan bertemu pada 2013 dengan fokus utama pada penyebaran anti-rudal dan masalah Afghanistan.
"Di awal tahun depan, kami akan memutuskan kapan dan di mana Menteri-menteri kami dapat bertemu," tambahnya. Situasi terakhir di Afghanistan yang tak kunjung stabil, juga telah membuat Moskow khawatir.
"Kami sangat khawatir tentang apa yang akan terjadi di wilayah itu setelah 2014, ketika pasukan internasional meninggalkan Afghanistan," kata Antonov.
Hingga kini, situasi di Afghanistan memang belum stabil. Meski pasukan nasional Afghanistan dan pasukan asing pimpinan NATO terus berusaha menciptakan kestabilan di negara itu. Serangan bom masih kerap terjadi di sejumlah wilayah di Afghanistan.
Serangan terhadap pasukan NATO dan tentara serta polisi nasional Afghanistan masih terjadi setiap saat. Teraktual, seorang penasehat NATO ditembak mai oleh seorang polisi wania Afghanistan.
(esn)