Kuwait siap jadi tuan rumah pertemuan krisis Suriah
Selasa, 25 Desember 2012 - 20:33 WIB
Kuwait siap jadi tuan rumah pertemuan krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pada bulan depan, Kuwait akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional untuk mengatasi krisis kemanusiaan Suriah. Hal ini disampaikan oleh Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, Selasa (25/12/2012).
“Konferensi donor untuk Suriah akan diadakan pada akhir Januari, untuk menanggapi undangan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Luka Suriah masih berdarah dan mesin pembunuh masih berlanjut, menewaskan puluhan saudara-saudara kita di Suriah setiap hari," kata Sabah dalam pertemuan Dewan Kerjasama Teluk di Bahrain.
Pekan lalu, PBB mengaku membutuhkan dana USD1,5 miliar untuk membantu menyelamatkan jutaan nyawa warga Suriah yang menderita. Menurut PBB, ada 4 juta warga Suriah di dalam negeri dan 1 juta lainnya yang berstatus pengungsi di lima negara lain, yang membutuhkan bantuan. Dana sebesar itu diperuntukan untuk bantuan hingga Juli 2013.
Sementara itu di Damaskus, Utusan Khusus internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi telah bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. “Saya mengatakan kepadanya, apa yang saya lihat di luar negeri dan tentang pertemuan saya dengan para pejabat yang berbeda di daerah dan luar negeri," ujar Brahmini.
"Situasi di Suriah masih merupakan alasan bagi dunia internasional untuk khawatir dan kami berharap bahwa semua pihak bekerjasama guna mencari solusi yang diharapkan oleh warga Suriah,” lanjut Brahmini.
“Konferensi donor untuk Suriah akan diadakan pada akhir Januari, untuk menanggapi undangan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Luka Suriah masih berdarah dan mesin pembunuh masih berlanjut, menewaskan puluhan saudara-saudara kita di Suriah setiap hari," kata Sabah dalam pertemuan Dewan Kerjasama Teluk di Bahrain.
Pekan lalu, PBB mengaku membutuhkan dana USD1,5 miliar untuk membantu menyelamatkan jutaan nyawa warga Suriah yang menderita. Menurut PBB, ada 4 juta warga Suriah di dalam negeri dan 1 juta lainnya yang berstatus pengungsi di lima negara lain, yang membutuhkan bantuan. Dana sebesar itu diperuntukan untuk bantuan hingga Juli 2013.
Sementara itu di Damaskus, Utusan Khusus internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi telah bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. “Saya mengatakan kepadanya, apa yang saya lihat di luar negeri dan tentang pertemuan saya dengan para pejabat yang berbeda di daerah dan luar negeri," ujar Brahmini.
"Situasi di Suriah masih merupakan alasan bagi dunia internasional untuk khawatir dan kami berharap bahwa semua pihak bekerjasama guna mencari solusi yang diharapkan oleh warga Suriah,” lanjut Brahmini.
(esn)