Abe akan tunjuk Kishida sebagai Menlu
Selasa, 25 Desember 2012 - 16:33 WIB
Abe akan tunjuk Kishida sebagai Menlu
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Shinzo Abe dilaporkan akan menunjuk Fumio Kishida (55) sebagai Menteri Luar Negeri. Sebelumnya, Kishida adalah seorang anggota paleme rendah. Kishida juga pernah masuk dalam kabinet Abe pada pemerintahan 2006-2007.
Menurut kantor berita Kyodo, seperti dikutip dari Reuters, penunjukan Kishida ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Jepang untuk menyeimbangkan diplomatik tegas, dengan kebutuhan untuk memperbaiki hubungan dengan China dan Korea Selatan (Korsel).
Saat ini, Abe memang dituntut untuk bisa menyeimbangkan kepentingan dalam negeri dengan stabilitas hubungan dengan Beijing, yang tak lain adalah mitra dagang utama Tokyo. Selain itu, Jepang juga harus bisa menstabilkan hubungan dengan sekutu Amerika Serikat, Korsel.
Saat ini, Jepang masih terlibat ketegangan dengan China soal sengketa kepulauan, yang di Jepang dikenal sebagai Senkaku dan Diaoyus di China. Kerap masuknya kapal China ke daerah perairan seputar kepulauan itu, berulangkali pula membuat Jepang merasa perlu menyampaikan protes.
Abe akan mulai berkantor dan menjalankan fungsi sebagai Perdana Menteri pada Rabu 26 Desember. Ia diharap bisa segera menyusun dan mengumumkan kabinet barunya. Abe terpilih sebagai PM Jepang pada 16 Desember lalu, setelah Partai Demokratik Liberal memenangkan pemilu.
Menurut kantor berita Kyodo, seperti dikutip dari Reuters, penunjukan Kishida ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Jepang untuk menyeimbangkan diplomatik tegas, dengan kebutuhan untuk memperbaiki hubungan dengan China dan Korea Selatan (Korsel).
Saat ini, Abe memang dituntut untuk bisa menyeimbangkan kepentingan dalam negeri dengan stabilitas hubungan dengan Beijing, yang tak lain adalah mitra dagang utama Tokyo. Selain itu, Jepang juga harus bisa menstabilkan hubungan dengan sekutu Amerika Serikat, Korsel.
Saat ini, Jepang masih terlibat ketegangan dengan China soal sengketa kepulauan, yang di Jepang dikenal sebagai Senkaku dan Diaoyus di China. Kerap masuknya kapal China ke daerah perairan seputar kepulauan itu, berulangkali pula membuat Jepang merasa perlu menyampaikan protes.
Abe akan mulai berkantor dan menjalankan fungsi sebagai Perdana Menteri pada Rabu 26 Desember. Ia diharap bisa segera menyusun dan mengumumkan kabinet barunya. Abe terpilih sebagai PM Jepang pada 16 Desember lalu, setelah Partai Demokratik Liberal memenangkan pemilu.
(esn)