Serangan udara di toko roti tewaskan 90 orang
Senin, 24 Desember 2012 - 09:45 WIB
Serangan udara di toko roti tewaskan 90 orang
A
A
A
Sindonews.com - Militer Suriah melancarkan serangan udara ke sebuah antrian panjang di depan toko roti di kota Halfaya, Provinsi Hama, Suriah Tengah. Dalam serangan tersebut diperkirakan 90 orang tewas, sementara korban luka-luka mencapai sekitar 60 orang.
"Jumlah korban luka-luka diperkirakan akan terus meningkat pasalnya sebagian besar dari mereka berada dalam kondisi kritis," ungkap Samer al-Hamawi, seorang aktivis hak asasi manusia di Suriah seperti dilansir Reuters, Minggu (24/12/2012).
Hamawi mengatakan ada lebih dari 1000 orang mengantri di depan toko roti yang berada di Kota Halfaya. Pasalnya akibat kekurangan bahan pangan dan bahan bakar, hasil produksi roti tidak menentu sehingga warga terpaksa harus antri berjam-jam untuk membeli roti.
"Selama tiga hari kami belum menerima tepung maka banyak orang mengantri untuk membeli roti hari ini. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Saya sangat bersedih, tidak tahu apakah salah satu dari mereka yang tewas adalah kerabat saya," tutur Hamawi.
Serangan militer ke kota yang baru sepekan lalu dikuasai oleh pemberontak ini adalah serangan paling mematikan selama 21 bulan pertempuran antara militer dengan pemberontak Suriah. Seperti diketahui, lima hari lalu Pemberontak Suriah telah menguasai Provinsi Hama dan berhasil menyatukan Provinsi yang mereka ambil alih sebelumnya.
"Jumlah korban luka-luka diperkirakan akan terus meningkat pasalnya sebagian besar dari mereka berada dalam kondisi kritis," ungkap Samer al-Hamawi, seorang aktivis hak asasi manusia di Suriah seperti dilansir Reuters, Minggu (24/12/2012).
Hamawi mengatakan ada lebih dari 1000 orang mengantri di depan toko roti yang berada di Kota Halfaya. Pasalnya akibat kekurangan bahan pangan dan bahan bakar, hasil produksi roti tidak menentu sehingga warga terpaksa harus antri berjam-jam untuk membeli roti.
"Selama tiga hari kami belum menerima tepung maka banyak orang mengantri untuk membeli roti hari ini. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Saya sangat bersedih, tidak tahu apakah salah satu dari mereka yang tewas adalah kerabat saya," tutur Hamawi.
Serangan militer ke kota yang baru sepekan lalu dikuasai oleh pemberontak ini adalah serangan paling mematikan selama 21 bulan pertempuran antara militer dengan pemberontak Suriah. Seperti diketahui, lima hari lalu Pemberontak Suriah telah menguasai Provinsi Hama dan berhasil menyatukan Provinsi yang mereka ambil alih sebelumnya.
(esn)