Militer Nigeria tembak mati pelaku bom bunuh diri
Sabtu, 22 Desember 2012 - 23:01 WIB
Militer Nigeria tembak mati pelaku bom bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com – Tentara Nigeria berhasil menembak mati seorang pelaku serangan bom bunuh diri yang hendak menyerang kantor perusahaan seluler di Kota Kano, sebelah utara Nigeria, Sabtu (22/12/2012). Tak ada orang yang menjadi korban serangan ini, selain si pelaku usaha bom bunuh diri.
"Orang yang menghantam kantor Airtel ditembak oleh orang-orang militer, sebelum bom itu meledak di kantor MTN. Mobil yang dikendarainya menabrak pagar, tapi tidak ada warga sipil tewas," kata Ibrahim Idris, Kepala Polisi Kano, kepada Reuters.
Pelaku serangan menargetkan kantor operator seluler milik India, Airtel dan operator seluler milik Afrika Selatan, MTN. Militan Islam Boko Haram, sebelumnya kerap menjadikan kantor dan tiang telepon milik perusahaan seluler. Boko Haram menganggap, jalur komunikasi seluler telah membantu pasukan keamanan menangkap para anggota Boko Haram.
Hingga kini, Boko Haram memang terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah di Nigeria. Boko Haram juga acap menjadikan gereja sebagai target serangan mereka. Pemberontakan Boko Haram sendiri dimulai pada 2009 dan bermaksud mendirikan negara Islam di Nigeria utara.
"Orang yang menghantam kantor Airtel ditembak oleh orang-orang militer, sebelum bom itu meledak di kantor MTN. Mobil yang dikendarainya menabrak pagar, tapi tidak ada warga sipil tewas," kata Ibrahim Idris, Kepala Polisi Kano, kepada Reuters.
Pelaku serangan menargetkan kantor operator seluler milik India, Airtel dan operator seluler milik Afrika Selatan, MTN. Militan Islam Boko Haram, sebelumnya kerap menjadikan kantor dan tiang telepon milik perusahaan seluler. Boko Haram menganggap, jalur komunikasi seluler telah membantu pasukan keamanan menangkap para anggota Boko Haram.
Hingga kini, Boko Haram memang terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah di Nigeria. Boko Haram juga acap menjadikan gereja sebagai target serangan mereka. Pemberontakan Boko Haram sendiri dimulai pada 2009 dan bermaksud mendirikan negara Islam di Nigeria utara.
(esn)