11 imigran ilegal Pakistan-Afghanistan tewas diserang pria bersenjata
Sabtu, 22 Desember 2012 - 20:06 WIB
11 imigran ilegal Pakistan-Afghanistan tewas diserang pria bersenjata
A
A
A
Sindonews.com – Sekelompok pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor menyerang sebuah konvoi yang diyakini berisi para imigran ilegal, Sabtu (22/12/2012). Serangan yang terjadi di Distrik Gwadar, Provinsi Baluchistan, wilayah Pakistan yang berbatasan dengan Iran itu, menyebabkan 11 imigran tewas.
"Enam orang bersenjata mengendarai tiga sepeda motor menyerang konvoi imigran ilegal yang melintas di daerah Dasht Suntsar, di Distrik Gwadar. Kami telah menerima 11 mayat imigran," kata Sekretaris Provinsi Baluchistan, Akbar Durrani, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Durrani menduga, para imigran ini tengah berupaya meninggalkan Pakistan secara ilegal. "Para imigran bepergian dalam konvoi tiga kendaraan, namun jumlah pasti mereka tidak diketahui," lanjut Durrani.
Para korban tidak bisa diidentifikasi, tapi diduga mereka adalah warga Afghanistan dan Pakistan. "Kami tidak bisa mengidentifikasi korban, tapi penampilan fisik mereka menunjukkan bahwa tujuh dari mereka adalah warga Pakistan. Sementara empat orang lainnya adalah warga Afghanistan," Kata Sohail Rehman, Kepala Administrasi di Gwadar.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Selama ini, Distrik Gwandar, Pakistan yang berdekatan dengan Provinsi Saravan di Iran memang kerap jadi jalur penyelundupan manusia menuju Eropa.
"Enam orang bersenjata mengendarai tiga sepeda motor menyerang konvoi imigran ilegal yang melintas di daerah Dasht Suntsar, di Distrik Gwadar. Kami telah menerima 11 mayat imigran," kata Sekretaris Provinsi Baluchistan, Akbar Durrani, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Durrani menduga, para imigran ini tengah berupaya meninggalkan Pakistan secara ilegal. "Para imigran bepergian dalam konvoi tiga kendaraan, namun jumlah pasti mereka tidak diketahui," lanjut Durrani.
Para korban tidak bisa diidentifikasi, tapi diduga mereka adalah warga Afghanistan dan Pakistan. "Kami tidak bisa mengidentifikasi korban, tapi penampilan fisik mereka menunjukkan bahwa tujuh dari mereka adalah warga Pakistan. Sementara empat orang lainnya adalah warga Afghanistan," Kata Sohail Rehman, Kepala Administrasi di Gwadar.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Selama ini, Distrik Gwandar, Pakistan yang berdekatan dengan Provinsi Saravan di Iran memang kerap jadi jalur penyelundupan manusia menuju Eropa.
(esn)