Pemberontak Suriah tembak pesawat sipil
Jum'at, 21 Desember 2012 - 22:14 WIB
Pemberontak Suriah tembak pesawat sipil
A
A
A
Sindonews.com - Pemberontak Suriah melepaskan tembakan peringatan pada pesawat sipil yang tengah bersiap-siap untuk lepas landas dari bandara Aleppo, Jumat (21/12/2012). Ini adalah serangan pertama yang dilancarkan pemberontak Suriah pada penerbangan sipil, sejak bentrokan dimulai 21 bulan yang lalu.
“Tembakan yang dilepaskan brigade tempur kami sempat membentur roda pesawat Suriah Airways RB201. Itu adalah tembakan peringatan. Pesawat itu tak bisa lepas landas,” ujar seorang komandan pemberontak Suriah, Khaldoun, pada kantor berita Reuters.
Menurutnya, tembakan peringatan yang ditujukan pada pesawat sipil ini adalah pesan bagi rezim Presien Bashar al-Assad. "Kami ingin mengirim pesan kepada rezim, bahwa semua pesawat mereka, baik militer dan sipil, berada dalam jangkauan kami,” jelas Khaldoun.
Pemberontak menuduh Pemerintah Suriah telah menggunakan pesawat sipil sebagai sarana transportasi senjata dan pejuang Iran yang mereka katakan membantu Pasukan Presiden al-Assad.
Sementara itu, pertempuran di sekitar Ibu Kota Damaskus telah membuat jalan menuju bandara internasional Damaskus tidak aman untuk dilalui. Maskapai penerbangan asing memilih untuk menghentikan penerbangan dari bandara ini.
"Apa yang terjadi di bandara Damaskus, akan terjadi juga di Aleppo. Kami mendesak warga sipil untuk tidak menggunakan bandara Aleppo atau penerbangan Suriah Airways. Sebab, mereka akan menjadi target kami saat ini,” tandas Khaldoun.
“Tembakan yang dilepaskan brigade tempur kami sempat membentur roda pesawat Suriah Airways RB201. Itu adalah tembakan peringatan. Pesawat itu tak bisa lepas landas,” ujar seorang komandan pemberontak Suriah, Khaldoun, pada kantor berita Reuters.
Menurutnya, tembakan peringatan yang ditujukan pada pesawat sipil ini adalah pesan bagi rezim Presien Bashar al-Assad. "Kami ingin mengirim pesan kepada rezim, bahwa semua pesawat mereka, baik militer dan sipil, berada dalam jangkauan kami,” jelas Khaldoun.
Pemberontak menuduh Pemerintah Suriah telah menggunakan pesawat sipil sebagai sarana transportasi senjata dan pejuang Iran yang mereka katakan membantu Pasukan Presiden al-Assad.
Sementara itu, pertempuran di sekitar Ibu Kota Damaskus telah membuat jalan menuju bandara internasional Damaskus tidak aman untuk dilalui. Maskapai penerbangan asing memilih untuk menghentikan penerbangan dari bandara ini.
"Apa yang terjadi di bandara Damaskus, akan terjadi juga di Aleppo. Kami mendesak warga sipil untuk tidak menggunakan bandara Aleppo atau penerbangan Suriah Airways. Sebab, mereka akan menjadi target kami saat ini,” tandas Khaldoun.
(esn)